UNIKOLOGI.COM, Jakarta: Tindakan tegas terukur aparat dinilai layak untuk merespon aksi kekerasan anggota KKB-Teroris Papua, sehingga melahirkan hak azasi dan keadilan sosial bagi warga Papua.

"Jika tindakan tegas negara direspons dengan serangan bersenjata yang mematikan oleh KKB, tidak salah juga jika prajurit TNI-Polri juga melancarkan serangan balasan atas nama bela negara dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia," tegas Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis diterima RRI.co.id, Minggu (2/5/2021).

Menurut Bamsoet, sikap seakan minimalis negara sebagai cerminan toleransi terhadap rangkaian aksi tidak berperikemanusiaan KKB-Teroris Papua tidak boleh berlanjut.

"Demi tegaknya hak azasi dan keadilan sosial bagi warga Papua, negara harus hadir dan menggunakan kekuatan yang diperlukan untuk mengeliminasi semua potensi ancaman terhadap warga Papua," sebut Bamsoet. Bamsoet mengatakan, eksistensi KKB-Teroris Papua telah menimbulkan rasa takut yang tak berkesudahan bagi warga setempat, dan menimbulkan kecemburuan terhadap kehidupan saudara di luar Papua.

"Tidak salah jika warga Papua meradang dan mengekspresikan kecemburuan mereka terhadap saudara-saudaranya sebangsa-Setanah air di wilayah lain yang boleh menikmati dinamika kehidupan normal tanpa rasa takut oleh serangan dadakan dari KKB," pungkasnya.

Seperti diketahui, aksi kekerasan KKB-Teroris di Papua terus terjadi. Terbaru, dalam rentang waktu sepekan di bulan April 2021, tiga warga sipil Papua tewas di ujung bedil KKB.

Kamis pagi 8 April 2021, KKB melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Oktavianus Rayo, guru SD berusia 43 tahun, tewas.  Kebrutalan KKB tak hanya menewaskan Oktovianus Rayo, tapi juga seorang guru SMPN 1 Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, bernama Yonatan Randen yang turut merenggang nyawa.

Setelah menghabisi dua guru, warga sipil lainnya yang tewas di ujung bedil KKB adalah pengemudi ojek, dengan dua peluru bersarang di tubuhnya. Pembunuhan ini terjadi di  Kampung Eromaga, Distrik Omukia, pada Rabu 14 April 2021. Daftar korban jiwa akibat rangkaian pembunuhan oleh KKB di Papua bertambah panjang jika digabungkan dengan sejumlah korban dari pihak TNI/Polri.

Minggu 25 April 2021, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Mayjen Anumerta TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, gugur.

Lalu pada Selasa 27 April 2021, anggota Brimob Bharada Komang tewas ditembak KKB, sementara dua anggota Brimob lainnya luka-luka.