Balada Janda Muda Hidupi Dua Anak di Aceh, Kini Tersenyum Diperhatikan Pak Camat
Nadiatul Husna (dua dari kiri) nampak sumringah menyambut kedatangan Plt. Camat Fuad Ansari dan tim di rumahnya.

Janda Nadiatul Husna (32) berbinar-binar menyambut kedatangan Camat Trienggadeng yang mengunjunginya, Minggu (2/5/2021) Janda dua anak yang masih kecil-kecil, selama enam tahun tinggal di rumah panggung reot.

Kedatangan Plt. Camat Fuad Ansari ini untuk melihat dari dekat sekaligus memberi perhatian pada janda muda ini. Kedatangannya didampingi Batuud ramil 18 Trienggadeng, Sertu Kasyful Anwar, Supriyanto (Babinsa), Salahuddin (Babinkamtibmas), para perangkat gampong serta tokoh masyarakat setempat dan rombongan.

"Kami mengecek langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran dari berita yang tersebar. Selain bersilahturahmi dengan warga sekaligus mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi dalam masyarakat di gampong," ujar Fuad

Saat menyambangi kediaman janda miskin dua anak ini, Fuad mengaku sangat prihatin. Selain miskin, kondisi rumah yang ditempati Husna memang tidak layak. "Jika ada warga yang mengalami hal seperti ini, untuk secepatnya lapor ke pihak gampong dan supaya pihak kecamatan dan gampong mencari solusi dari masalah yang dihadapi warga," imbuhnya.

Setelah mengunjungi rumah janda miskin dua anak tersebut, Fuad berserta rombongan menyempatkan untuk duduk musyawarah bersama para perangkat gampong serta tokoh masyarakat di balai meunasah gampong setempat. Dalam mufakat itu, Fuad mendegarkan semua keluh kesah warga yang disampaikan tokoh masyarakat baik terkait kondisi janda tersebut dan juga keadaan warga miskin lainnya.

"Hasil musyawarah kita ini akan saya sampaikan dan teruskan langsung kepada pimpinan/ atasan saya. Tidak akan saya kurangi atau tabahkan apa yang sudah kita bicarakan bersama. Masalah utamanya sudah kita ketahui, solusi terbaik terkait kondisi yang dialami janda miskin anak dua tersebut dan hal lainnya yang dialami warga secara umumnya akan kita upayakan semaksimal mungkin," janji Fuad

Sertu Kasyful Anwar, Batuud ramil 18 Trienggadeng/Panteraja, kepada media ini juga mengatakan, semua pihak agar adanya persamaan persepsi, baik antara Babinsa, Babinkamtibmas serta Perangkat gampong dan pihak lainnya. Sehingga program-program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dapat berjalan dengan baik.

"Problem pengentasan kemiskinan ini tidak nisa dipandang sebelah mata dan mencari kambing hitam. Semua kita merasakan dampak ini, kami persilahkan semua pihak yang ingin saling membantu berlomba lomba dalam kebaikan, dan saya merasa bersyukur nilai-nilai kebaikan potensi masyarakat masih tumbuh subur di Kabupaten Pidie Jaya ini," harapnya

"Saya sangat senang jika semua saling mendukung karena Muspika Trienggadeng maupun Pemkab Pidie Jaya tidak bisa kerja sendiri dalam membenahi berbagai permasalahan yang ada. Sekali lagi kami berharap kemurahan hati dari semua pihak agar saling peduli sesama," pungkas Kasyiful.