Ilustrasi Commuter Line. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho
Rencananya, untuk mengurangi kepadatan penumpang, kereta tidak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. Karena hal itu, dia meminta agar masyarakat dapat mendatangi stasiun terdekat. Yakni Stasiun Duri ataupun Karet.

Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (KAI) Dadan Rudiansyah mengatakan rencana perubahan alur operasional Stasiun Tanah Abang akan dilaksanakan pada Senin (3/5).

"Jadi Insya Allah, besok mulai ada perubahan alur pola operasi dari KRL," kata Dadan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5).

Rencananya, untuk mengurangi kepadatan penumpang, kereta tidak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. Karena hal itu, dia meminta agar masyarakat dapat mendatangi stasiun terdekat. Yakni Stasiun Duri ataupun Karet.

"Jadi nanti dialihkan ke stasiun-stasiun kiri-kanan (Duri dan Karet) biar enggak menumpuk di Tanah Abang," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan melakukan pengendalian untuk pembatasan calon penumpang yang akan menggunakan KRL. Yakni mulai dari kawasan sebelum menaiki jembatan penyeberangan multiguna (JPM).

"Kemudian juga di sisi utara, di ujung utara Jalan Jatibaru, di situ ada tempat untuk Transjakarta masuk, itu akan jadi tempat antrean juga. Sehingga nanti akan ada penertiban untuk antre masuk ke dalam stasiun," ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengatakan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami peningkatan. Yakni bila dibandingkan dengan jumlah pengunjung pada Sabtu (1/5) yang mencapai 87 ribu orang.

"Hari Sabtu terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang sebelumnya 35 ribu jadi 87 ribu. Dan hari ini data sementara diperkirakan sekitar 100 ribu pengunjung," jelas Anies.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: UNIKOLOGI.COM