Bikin Gibran Marah, Pungli di Kelurahan Gajahan Solo Terjadi Tiap Tahun
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menemui pemilik toko yang menjadi korban pungli (02/05)

SOLO-Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mencopot seorang lurah lantaran diduga terlibat dalam pungutan liar yang dilakukan oleh anggota Linmas. Pungli dengan kedok pungutan zakat dan sedekah itu ternyata terjadi tiap tahun.

Kasir di salah satu toko yang menjadi korban pungli, Nining Nur Oktavia (25) mengaku selalu didatangi Linmas Kelurahan Gajahan untuk dimintai zakat dan sedekah sejak beberapa tahun lalu. "Setiap jelang lebaran pasti kami ngasih," ujarnya.

Selama ini tokonya selalu memberikan uang sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu untuk membayar pungutan itu. Namun karena tahun ini sepi pembeli, toko tempatnya bekerja hanya memberikan Rp 50 ribu.

Dia mengatakan bahwa petugas Linmas selalu menarik pungutan itu dengan alasan untuk zakat dan sedekah. "Alasannya untuk tunjangan hari raya (THR) Linmas. Jadi setiap tahunnya memang seperti itu," katanya.

Untuk meyakinkan para pemilik toko, para anggota Linmas yang menarik pungli selalu membawa surat yang ditandatangani oleh lurah setempat.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming meminta agar kebiasaan itu dihentikan. Apalagi, pungli tersebut dilakukan dengan kedok zakat dan sedekah.

"Namanya tradisi-tradisi jelek seperti ini tidak boleh diteruskan," kata Gibran. Dia mengaku akan melakukan tindakan tegas dengan mencopot lurah yang bersangkutan. "Mulai Senin dibebastugaskan," katanya.

(Tara Wahyu)