Bupati-Wabup Sragen Kenang Perjuangan Pendadulu
SRAGEN - Jelang Hari Jadi Ke-275 Kabupaten Sragen, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Dedy Endriyatno melaksanakan ziarah ke sejumlah lokasi,

SRAGEN - Jelang Hari Jadi Ke-275 Kabupaten Sragen, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Dedy Endriyatno melaksanakan ziarah ke sejumlah lokasi, Sabtu (1/5). Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun.

Hari Jadi Kabupaten Sragen ditetapkan dengan Perda Nomor 4 Tahun 1987, yakni pada Selasa Pon, 27 Mei 1746. Penetapan itu berdasarkan penelitian sejarah bahwa Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono I menancapkan tonggak pertama melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Pemerintahan lokal pada saat itu di Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati sebelah timur. Peristiwa itulah yang telah ditetapkan sebagai cikal bakal Pemerintah Kabupaten Sragen.

Adapun lokasi yang diziarahi adalah enam makam. Di antaranya Taman Makam Pahlawan, Makam Sukowati, Makam Butuh, Makam Prampalan, Makam Kyai Srenggi dan Makam SI. Ziarah ini menjadi yang terakhir bagi Pasangan Bupati Yuni dan Wabub Dedy sebelum selesai masa jabatan Selasa (4/5) mendatang.

Bupati Yuni menyampaikan, kegiatan ziarah ini sebagai bentuk pengingat akan perjuangan para pendahulu dalam mendirikan dan memajukan Kabupaten Sragen.

”Ziarah makam ini kegiatan rutin setiap menjelang hari jadi Sragen. Selain mengirimkan doa, berziarah sebagai pengingat sejarah bahwa Sragen ada hingga saat ini bisa semaju sekarang berkat peran serta para leluhur yang begitu besar. Mereka sudah membangun Sragen sedemikian rupa,” terangnya.

Selain itu bupati berpesan pada masyarakat untuk bergotong-royong menanggulangi pandemi Covid-19. Menurut bupati, masyarakat harus mematuhi peraturan pemerintah. Termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

”Mari jadikan momentum hari jadi ke-275 ini untuk gotong royong menanggulangi Covid-19,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Sragen membagikan sejumlah paket sembako kepada masyarakat sekitar makam. Pemberian sembako ini sebagai wujud perhatian dari pemerintah kepada masyarakat Sragen. Ziarah dilanjutkan ke kompleks makam Raja Mataram di Imogiri, DI Jogjakarta, Minggu (2/5) malam. (din/adi)