Unsplash/Dulcey Lima
Membedakan jenis kelamin burung

UNIKOLOGI.COM - Burung-burung selalu memikat mata. Dengan warna-warni bulunya, juga dengan tingkahnya yang lucu hinggap dari satu dahan ke dahan lainnya.

Belum lagi cericit nyanyian burung. Jika terdengar di pagi hari, nyanyian burung yang seringnya merdu ini bisa menjadi alarm alam yang membangunkan tidur.

Perilaku dan nyanyian burung berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini bisa karena beda spesiesnya, bisa pula karena beda jenis kelaminnya.

Perbedaan inilah, yang biasa digunakan oleh pecinta burung untuk membedakan mana burung jantan dan betina. Karena perbedaan gender burung ini tak bisa dengan mudah dilakukan hanya dengan melihat alat kelaminnya saja.

Dilihat dari warna bulunya

Barometer pertama yang bisa diamati adalah pada warna-warna bulunya. Burung jantan biasanya memiliki warna bulu lebih terang dan mencolok mata. Garis-garis pada perbedaan warnanya juga terlihat tebal dibanding pada burung betina.

Burung jantang memiliki warna bulu lebih kentara bukan tanpa alasan. Warna bulu inilah yang digunakan untuk menarik lawan jenis.

Semakin ia benderang dengan warna-warna tebal, maka akan semakin besar peluangnya mendapatkan pasangan untuk bereproduksi.

Sedangkan burung betina, biasanya memiliki warna lebih lembut bahkan terkadang pudar. Warna lembut ini ada tujuannya juga. Yaitu digunakan untuk membaur dengan dedaunan, agar ketika ia mengerami telur tak diincar oleh para predator.

Dilihat dari ukuran tubuhnya

Faktor pembeda kedua adalah ukuran tubuh burung. Burung betina biasanya memiliki ukuran lebih besar daripada burung jantan.

Namun perbedaan ukuran tubuh ini susah diamati, kecuali sepasang burung tengah berdiri atau berdiam berdekatan.

Ketika ukuran tubuh sama, amatilah ciri pembeda lainnya. Yaitu pada ukuran panjang bulu atau ekor dari burung.

Dilihat dari perilakunya

Faktor pembeda ketiga, ada di perilaku burung. Meski di beberapa spesies burung terkadang tak ada perbedaan perilaku yang signifikan, tapi di beberapa spesies lain perbedaan ini sangat kentara.

Burung jantan biasanya bermigrasi lebih awal ketimbang burung betina. Sedangkan ditilik dari kicauannya, burung jantang lebih atraktif dalam bernyanyi, bercericit dalam suara lantang.

Suara burung jantan ini bertujuan untuk mencari pasangan, atau juga untuk mendominasi wilayah kekuasaan.

Terkadang burung betina akan ikut bernyanyi, berduet, namun dengan suara yang lebih pelan dan kurang atraktif.

Burung jantan juga lebih atraktif dalam menari, berloncatan kesana kemari dengan tujuan menarik perhatian burung betina.

Layaknya spesies dengan hormon pejantan, burung juga akan lebih agresif dalam menyerang burung lain yang mendekati sarang pasangannya, atau dalam menyerang berbagai jenis predator lain.

Penulis: Inten Esti PratiwiEditor: Inten Esti Pratiwi