Darurat Covid-19, India Diharapkan Tidak Gengsi Minta Bantuan Tiongkok

JawaPos.com – Belakangan ini hubungan India dan Tiongkok memang tak harmonis terkait masalah sengketa lahan di wilayah Ladakh, perbatasan India dan Tiongkok. Namun kini situasi di India sedang mengalami krisis dan darurat Covid-19. Sedangkan Tiongkok memiliki kapasitas produksi vaksin yang disebar ke banyak negara. Karena itu, India diminta tidak malu atau gengsi meminta bantuan Tiongkok.

Hal itu disampaikan seorang ahli vaksin dunia yang percaya bahwa India harus meminta bantuan Tiongkok untuk mengatasi kekurangan vaksin Covid-19 yang kritis. India adalah pemasok vaksin global dan New Delhi telah berkomitmen mengeluarkan lebih banyak dana untuk meningkatkan produksi. Tetapi permintaan nasional jauh melebihi pasokan.

Direktur jenderal Institut Vaksin Internasional (IVI) India dr Jerome Kim, mengatakan kepada The Wire bahwa Delhi dan Beijing akan mendapat manfaat dari kerja sama ini. Hal itu sebagai refleksi bagaimana Amerika Serikat dan Uni Soviet mengesampingkan perbedaan mereka selama Perang Dingin untuk berhasil memberantas cacar air dan polio.

Selama wawancara eksklusif yang diatur dengan bantuan lembaga pemikir medis yang berbasis di London, Kim mendesak Delhi dan Beijing untuk bekerja sama mendistribusikan lebih banyak vaksin Covid-19 untuk menyelamatkan nyawa. “Kami tahu vaksin itu aman dan mujarab meski WHO elum mengeluarkan persetujuan resmi, tapi mudah-mudahan, berdasarkan data yang disajikan, mereka akan menyetujui dan itu akan menjadi stempel persetujuan tambahan selain dari otoritas regulasi Tiongkok,” kata Kim seperti dilansir dari The Wire, Minggu (2/5).

Justru, kata dia, ini adalah kesempatan bagi tetangga untuk membantu sesama. Menurutnya, hal itu akan menjadi hal yang menguntungkan karena tidak hanya penting untuk pengendalian penyakit, tetapi juga penting sebagai peluang bagi kedua negara untuk menjembatani permusuhan tradisional.

“Pada akhirnya, ini adalah masalah yang tidak akan membaik sampai Covid-19 dikendalikan di seluruh dunia,” jelasnya.

Ditanya apakah India akan merasa malu atau gengsi untuk bekerja sama dengan Tiongkok, yang saat ini memiliki tingkat infeksi yang mendekati nol, Kim tak ada kata malu dalam situasi darurat.

“Mana yang lebih memalukan bagi India, memiliki 300 ribu kasus infeksi per hari atau bisa dapat stok vaksin? Coba bayangkan,” katanya.

Pekan lalu, juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan pemerintah Tiongkok dan rakyatnya dengan tegas mendukung pemerintah India dan rakyatnya dalam memerangi virus Korona. Ia mengklaim Tiongkok siap memberikan dukungan dan bantuan sesuai dengan kebutuhan India. Dia tidak menjelaskan apakah tawaran bantuan itu akan mencakup pasokan vaksin.

“Vaksin kekurangan pasokan, semua orang mengerti itu. Negara-negara menggunakan vaksin yang mereka miliki dan menuntut lebih banyak dan lebih cepat. Bagi India, jumlah penduduk yang melimpah tentu menjadi masalah,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini: