Doni Monardo: Jangan Lengah dan Anggap Enteng COVID-19
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (6/5). Foto: BNPB

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. Doni Monardo menegaskan upaya penanganan dan pengendalian COVID-19 tidak boleh mengenal kata lengah. Penyakit yang berasal dari virus SARS-CoV-2 itu bisa menyebar cepat dan berakibat fatal.

Doni meminta kepada seluruh komponen yang hadir, baik secara luring maupun daring, agar tidak menganggap enteng dan tetap menjaga performa penanganan COVID-19.

"Kita jangan lengah, kita jangan anggap enteng COVID-19 ini. COVID-19 ini kasusnya tiba-tiba meledak nanti kalau kita tidak hati-hati,” kata dia dalam dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (6/5), dikutip dari rilis pers BNPB, Jumat (7/5).

Doni mengingatkan lagi apa yang terjadi pada Agustus-September 2020 di Jakarta. Saat itu, kasus COVID-19 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. RS Darurat Wisma Atlet mengalami lonjakan pasien, hingga terjadi antrean mobil ambulans dari wilayah Jabodetabek.

"Di Jakarta terutama pada bulan Agustus-September tahun lalu, RSDC Wisma Atlet itu tiba-tiba kedatangan pasien yang jumlahnya ratusan orang sehari, sehingga ambulans harus antre masuk ke kawasan Wisma Atlet,” jelas Doni.

Doni Monardo: Jangan Lengah dan Anggap Enteng COVID-19 (1)
Sejumlah tenaga kesehatan merawat pasien positif COVID-19 di RSDC, Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO

Menurut data, kenaikan kasus tersebut terjadi setelah adanya momentum libur panjang peringatan Hari Kemerdekaan hingga Maulid Nabi. Sehingga Doni meminta hal tersebut dijadikan pelajaran untuk masa Idul Fitri 1442 H.

Satgas Penanganan COVID-19 tidak ingin kondisi tersebut terulang kembali. Terbukti, kenaikan angka kasus yang terjadi di Indonesia selalu terjadi setelah momentum liburan panjang dan peningkatan mobilitas warga.

Doni Monardo Sebut Larangan Mudik Demi Keselamatan Rakyat, Mohon Bersabar

Doni menekankan, peniadaan mudik adalah opsi yang diputuskan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19. Sama seperti momentum liburan lainnya, aktivitas mudik dinilai berpotensi menimbulkan mobilitas warga yang sangat berisiko memicu penularan virus corona.

Oleh sebab itu, Doni meminta masyarakat untuk memahami dan bersabar. Peniadaan mudik adalah keputusan politik yang diambil pemerintah demi melindungi segenap masyarakat di Tanah Air.

"Jadi mohon maaf yang punya niat mudik tidak bisa terlaksana pada tahun ini. Mohon bersabar karena ini keputusan politik negara dan ini juga tidak mudah. Tetapi ini berdasarkan data yang dikumpulkan setahun terakhir dan kita mengacu kepada bagaimana upaya bangsa kita melindungi masyarakatnya,” tutur dia.

Doni Monardo: Jangan Lengah dan Anggap Enteng COVID-19 (2)
Petugas Kepolisian memeriksa dokumen pengendara yang melintas di check point penyekatan arus mudik Gerbang Tol Cikupa, Tanggerang, Kamis (6/5/2021). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Adapun keputusan pemerintah tersebut sebagaimana arahan Presiden Jokowi bahwa keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi.

"Solus Populi Suprema Lex, Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” jelas Doni.

Kemudian, Doni juga menyampaikan apa yang telah diputuskan pemerintah terkait larangan mudik juga merupakan cerminan dan implementasi dari apa yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang 1945, bahwa negara wajib untuk memberikan perlindungan kepada warga negara.

"Negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” kata Doni.

Tak hanya itu, aturan ini juga mengacu kepada perintah agama. Ia mengingatkan hal yang hukumnya sunah dapat dinomor-duakan, sementara kewajiban menjadi prioritas yang harus dijalankan.

Doni Monardo: Jangan Lengah dan Anggap Enteng COVID-19 (3)
Petugas Kepolisian memeriksa dokumen pengendara yang melintas di check point penyekatan arus mudik Gerbang Tol Cikupa, Tanggerang, Kamis (6/5/2021). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Di masa pandemi ini, bentuk silaturahmi secara fisik termasuk hal yang disunahkan. Sedangkan menjaga kesehatan serta keselamatan merupakan kewajiban yang harus diutamakan.

"Hukum agama kita harus ikuti dan memahami bahwa yang sunah ini harus dinomorduakan. Silaturahmi itu sunah tetapi menjaga kesehatan menjaga keselamatan adalah wajib,” jelas Doni.

"Tugas kita adalah saling menasihati agar kita semua bersabar. Jangan sampai ada yang tertekan,” imbuh dia.

Indonesia Harus Belajar dari India

Pada kesempatan sama, Doni mengajak seluruh peserta yang hadir dan Forkopimda belajar dari fenomena yang terjadi di India. Diketahui, India tengah mengalami ledakan kasus COVID-19 yang dipicu pelaksanaan upacara keagamaan dan festival warga tanpa prokes.

Akibatnya, kasus COVID-19 di India saat ini telah mencapai 3.493.655 dan Indonesia berada sangat jauh di bawahnya yakni 98.217 kasus. Padahal pada awal 2021, kasus di India telah melandai di bawah Indonesia.

Menurut Doni, angka kasus di Indonesia tersebut merupakan yang terendah sejak menghadapi pandemi COVID-19. Bahkan, kasus aktif terus turun dalam beberapa hari terakhir.

Doni Monardo: Jangan Lengah dan Anggap Enteng COVID-19 (4)
Ratusan warga Mumbai, India mengantre untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Foto: Niharika Kulkarni/Reuters

"Kita lihat kasus India, per hari ini kasus aktif di India mencapai 3.493.665 dan Indonesia 98.217. Ini adalah kasus terendah kita, sejak kita menghadapi pandemi COVID-19. Dalam beberapa hari terakhir kasus aktif kita turun terus,” jelas dia.

Doni menyampaikan, Presiden Jokowi meminta prestasi ini tak disia-siakan. Segala upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanganan dan pengendalian COVID-19 di Tanah Air jangan diubah, bahkan harus ditingkatkan performanya.

Doni menilai aturan peniadaan mudik adalah langkah yang tepat dalam mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di RI. Ia menekankan kembali, kebijakan ini semata-mata untuk melindungi segenap warga negara.

"Ini sudah sangat baik dan Presiden mengatakan setelannya jangan diubah,” Oleh karenanya kebijakan larangan mudik ini semata-mata untuk melindungi warga negara kita,” pungkas dia.