Laely Indah Lestari, seorang culture traveller, penulis, sekaligus fotografer. Ia belum lama ini mengunjungi Masjid Cheng Ho di Palembang, Sumatera Selatan.

UNIKOLOGI.COM - Sebagai traveler, pandemi sama sekali bukan penggalang bagi Laely Indah Lestari untuk eksplorasi kekayaan budaya Indonesia.

Belum lama ini, Ia mengunjungi Kota Palembang di Sumatera Selatan.

Ia benar-benar terpukau karena Palembang menunjukkan keanekaragaman budaya, di antaranya Melayu, Arab, dan Tionghoa.

Akulturasi yang terjadi tak lepas dari latar belakang sejarah terkait penyebarannya ajaran Islam di tengah masyarakat Palembang di masa lalu.

Karena alasan itulah Laely Indah Lestari ingin menikmati suasana Ramadan di Palembang.

Sambil menikmati wisata religi di Masjid Cheng Ho dan Masjid Bayumi, Laely ingin mengenalkan betapa indahnya warisan tradisi atau wastra nusantara dalam balutan busana.

Ia memadukan pakaian yang dikenakannya dengan songket Palembang.

UNIKOLOGI.COM

Ada dua motif kain songket Palembang apa saja yang dipakai Laely. Pertama motif nampan yang dikenakannya di Masjid Cheng Ho.

Motif ini mempunyai filosofi tentang sopan santun, tata krama di dalam kehidupan sosial dan masyarakat.

Adat melayu sangat kental dengan rasa hormat menghormati terhadap sesama, muda ke yang tua dan sesama saudara.

Saat mengunjungi Masjid Bayumi, Laeli mengenakan songket modifikasi limar antik dan bintang berantai.

Laely Indah Lestari 455443
Laely Indah Lestari, seorang culture traveller, penulis, sekaligus fotografer. Ia belum lama ini mengunjungi Masjid Bayumi di Palembang, Sumatera Selatan.

Laely memadukan gaun indah dengan material songket bermotif Limar dan Bintang Berantai.

Motif ini memiliki filosofi tersendiri yang artinya begitu sangat dalam, Limar antik itu termasuk motif lawas Palembang yang berarti melambangkan kekayaan dan kemewahan Bumi Sriwijaya.

Sedangkan Motif Bintang berantai mempunyai filosofi sebagai kekuatan maritim kerajaan Sriwijaya pada masanya.

Karena sarat nilai filosofis, menurut Laely ketika memakai songket Palembang setidaknya harus memahami artinya.

“Karena filosofi itu sendiri mencerminkan karakter budaya bangsa. Dengan belajar banyak tentang arti dari wastra nusantara dan memakainya dalam berbagai kegiatan berarti juga merupakan wujud dari mencintai Budaya Indonesia” ujarnya dalam keterangan resmi.

Laely Indah Lestari mewujudkan kecintaannya dengan wastra dalam berbagai kegiatan yang dilakukannya.

Menurutnya wastra Indonesia dapat dikenakan ke dalam berbagai situasi keadaan apapun sesuai kebutuhan.

“Itulah kerennya wastra Indonesia, dan hanya punya Indonesia, harusnya kita merasa bangga untuk memakainya, kalau bukan kita siapa lagi,” tutupnya.