KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Adanya larangan mudik diyakini menjadi salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19 atau mencegah adanya mobilisasi masif dari masyarakat.

Meski begitu, Pakar epidemiologi Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani mengingatkan adanya risiko kerumunan di tempat umum lainnya seperti di pusat perbelanjaan atau mal hingga pasar.

"Kita menyadari bahwa memang banyak tempat umum yang ramai pada akhir-akhir ini menjelang lebaran, seperti mal, pasar dan lain-lain. Yang perlu diwaspadai adalah risiko kerumunan pada tempat-tempat tersebut," ujar Laura kepada Kontan, Minggu (2/5).

Walaupun terdapat risiko kerumunan, Laura mengatakan tempat-tempat umum tersebut tak harus ditutup. Namun, dia menyarankan agar protokol kesehatan diterapkan dengan lebih erat.

Dia juga mengatakan, untuk bisa memperketat protokol kesehatan dan mencegah kerumunan ini maka diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. "Terutama juga

pembatasan pada restoran atau tempat makan yang rawan untuk kegiatan bukber dengan banyak orang. Tempat-tempat makan harus tegas terhadap pengunjung yang datang," katanya.

Dia juga menambahkan, bila tempat-tempat tersebut tidak bertindak tegas kepada para pelanggan atau pengunjung maka pemerintah daerah harus turut mengambil tindakan tegas.

Seperti diketahui, pemerintah sudah menetapkan larangan mudik  pada 6 Mei hingga 17 Mei.  Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan pengetatan perjalanan, dimana aturan ini berlaku selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei) dan H+7 peniadaan mudik (18-24 Mei).

Selanjutnya: Pengunjung pasar Tanah Abang melonjak hampir 200% dari kapasitas