Gibran Bakal Optimalkan Persiapan PTM 
SOLO - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menjamin pengoptimalan persiapan jelang pembelajaran tatap muka (PTM) maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Jul

SOLO - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menjamin pengoptimalan persiapan jelang pembelajaran tatap muka (PTM) maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Juli mendatang. Komitmen ini disampaikan saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota Surakarta, Minggu (2/3).

Gibran menyatakan komitmennya untuk memajukan pendidikan di Kota Solo. Dia meminta semua pihak, baik dari kalangan pendidik maupun peserta didik dan orang tua murid agar berkolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan tahun ajaran baru Juli mendatang.

“Saya minta kepada seluruh kepala sekolah agar memastikan semua layanan pendidikan dan proses pembelajaran dilaksanakan dengan baik dan adil. Siapkan siswa dengan pola perilaku baru agar bisa mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan di tahun ajaran baru nanti,” kata Gibran saat upacara.

Persiapan itu baik dalam hal penyiapan dan penerapan protokol kesehatan hingga adaptasi kebiasaan baru khususnya dalam pembelajaran tatap muka. Ini penting dilakukan mengingat dirinya masi mendapati sejumlah tenaga pendidik masih belum terbiasa dalam penggunaan teknologi penunjang pembelajaran jarak jauk.

“Saya itu kadang-kadang mampir ke beberapa sekolah. Saya lihat beberapa guru masih ada yang belum menguasai aplikasi. Kadang juga ada anak-anak yang nakal misal videonya dimatikan atau suaranya dimatikan. Ini perlu dicermati karena tahun ajaran baru nanti PJJ masih akan berjalan sekalipun PTM juga akan dimulai,” kata dia.

Di sisi lain, Pemkot Surakarta terus menggenjot vaksinasi untuk semua tenaga pendidik dan pendukungnya. Hingga saat ini capaian vaksinasi untuk tenaga pendidik formal (guru PAUD hingga SMA/SMK) maupun pendidikan nonformal (pusat kelompok belajar masyarakat dan lembaga pendidikan kursus) telah mencapai 19.506 sasaran dari target vaksinasi sebanyak 22.663 sasaran. Capaian vaksinasi itu setara dengan 86 persen dari target yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Saya tegaskan pentingnya kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Metode pembelajaran juga harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman,” tutur wali kota. (ves/bun)