SIAPGRAK.COM/AKBAR BHAYU TAMTOMO
Ilustrasi hoaks.

SIAPGRAK.COM - Beredar informasi di Facebook mengenai sebuah foto CT scan yang menyebutkan kondisi paru-paru pasien positif virus corona Covid-19 yang divaksin dan tidak divaksin.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Kompas.com, narasi dalam unggahan tersebut keliru dan tidak benar.

Narasi yang beredar:

Dalam unggahan tersebut, terdapat foto yang disebut sebagai hasil CT scan yang menggambarkan kondisi dari dua kondisi paru-paru orang yang positif Covid-19.

Gambar paru-paru sebelah kiri nampak bersih dan foto sebelah kanan paru-paru terlihat penuh bercak putih.

Foto yang diunggah akun Facebook Kiran KS pada 27 April 2021 ini menyebut bahwa sebelah kiri merupakan paru-paru dari orang yang divaksinasi, sedangkan sebelah kanan hasil CT scan dari orang yang tidak divaksin.

Berikut unggahannya:

β€œCan you see why you should get vaccinated at the first chance you get?

See the CT scan difference between two COVID positive patients.

Dr. Sumit K Dubey shared this on Twitter.”

Penelusuran Kompas.com:

Hasil penelusuran menggunakan Yandex, muncul foto identik yang telah diterbitkan di techcouver.com pada 27 April 2020.

Pemberitaan tersebut berisi studi yang dipimpin ahli radiologi di Rumah Sakit Umum Vancouver (VGH) dan Departemen Radiologi Universitas British Columbia.

Penelitian saat itu melihat hasil CT scan dan X-Ray paru-paru, yang memprediksi keberadaan Covid-19 untuk menilai risiko keparahan penyakit paru-paru yang menyebabkan penyintas masuk ICU, memerlukan ventilator, fibrosis paru-paru, bahkan kematian.

Selain itu salah satu portal informasi di India, FACTLY, menyampaikan bahwa laporan CT scan tersebut tidak mewakili paru-paru orang yang divaksinasi Covid-19.

Laporan FACTLY yang ditayangkan pada 30 April 2021 menegaskan bahwa narasi yang ada dalam foto tersebut tidak benar.

Lebih lanjut, gambar perbandingan laporan CT scan ini terkait dengan studi penelitian yang bertujuan mendeteksi sejauh mana infeksi Covid-19 mempengaruhi paru-paru menggunakan teknologi CT scan.

Perbandingan foto serupa dari dua laporan CT scan juga ditemukan dalam artikel yang terbit pada April 2020, di mana saat itu vaksinasi untuk virus corona belum tersedia.

Berdasarkan informasi di situs web The University of British Columbia, gambar perbandingan laporan CT scan serupa ditemukan untuk dipublikasikan dalam studi penelitian tentang mendeteksi virus Covid-19 menggunakan CT scan.

Institut Penelitian Kesehatan Pesisir Vancouver juga menerbitkan gambar yang sama di situs webnya, yang menjelaskan studi penelitian tentang diagnosis Covid-19 menggunakan CT scan.

Kesimpulan:

Informasi yang memperlihatkan perbedaan paru-paru pasien Covid-19 yang divaksin dan tidak divaksin adalah keliru.

Gambar tersebut tidak terkait dengan kondisi paru vaksinasi Covid-19. Sehingga, klaim yang dibuat di pos tersebut tidak benar.

Laporan CT scan tersebut terkait dengan studi penelitian tentang pendeteksian virus Covid-19, bukan terkait dengan vaksinasi.

Penulis: Mela ArnaniEditor: Rizal Setyo Nugroho