India Darurat Corona, Inggris Bakal Kirim Bantuan 1.000 Ventilator
Pasien terinfeksi virus corona mendapat perawatan di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS

Tsunami COVID-19 yang melanda India telah meluluhlantakkan sistem RS. Banyak RS di kota dan pedesaan kekurangan tabung oksigen hingga ventilator.

Inggris kembali mengirim bantuan 1.000 ventilator oksigen tambahan. Sebelumnya, Inggris telah mengirim 495 konsentrator oksigen dan 200 ventilator.

"Kami akan mengirimkan paket 1.000 ventilator lagi, dalam waktu dekat," kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab kepada televisi BBC dilansir AFP, Minggu (2/5).

Raab akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada hari Senin di sela-sela pembicaraan G7 minggu ini di London.

Perdana Menteri Boris Johnson juga akan mengadakan pertemuan virtual dengan mitranya dari India, PM Narendra Modi, setelah membatalkan perjalanan ke New Delhi sehubungan dengan krisis corona.

"Inggris akan membantu semua yang mereka bisa di "saat-saat yang dibutuhkan," kata Raab.

Sementara itu, anggota Asosiasi Dokter Asal India-Inggris (BAPIO) mulai mengadakan konsultasi jarak jauh dengan pasien corona di India yang membutuhkan perawatan tidak mendesak. Hal itu untuk meringankan beban tenaga medis yang kesulitan di sana.

India Darurat Corona, Inggris Bakal Kirim Bantuan 1.000 Ventilator (1)
Seorang pasien terinfeksi virus corona mendapat perawatan di Rumah Sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), New Delhi, India. Foto: Danish Siddiqui/REUTERS

“Kami mencoba melakukan sebanyak yang kami bisa dalam bentuk penggalangan dana untuk mengirim peralatan dalam bentuk konsentrator oksigen, kapasitas untuk tempat tidur ICU," kata Sekretaris BAPIO Parag Singhal kepada Sky News.

"Kami juga mencoba menawarkan bantuan kepada kolega kami yang kelelahan di India - dokter kewalahan, mereka bekerja terlalu keras," kata profesor itu.

Selain konsultasi telepon dan online, dokter BAPIO menganalisis hasil tes rutin yang dilakukan di rumah sakit India.

Sekitar 250 sukarelawan dari Inggris telah mendaftar ke jasa telemedicine, dan kelompok ini bekerja dalam kemitraan dengan rumah sakit dan klinik kecil, terutama di wilayah terpencil.

Beberapa pekan ini, India selalu mencatatkan rekor kasus positif corona harian di atas 200 ribu orang. Total sudah ada 19,5 juta di India terjangkit corona, 215 ribu di antaranya meninggal.