Ini Pernyataan Resmi Premier League soal Penangguhan Laga MU vs Liverpool
Demo suporter Manchester United di Old Trafford, Manchester, Inggris . Foto: Carl Recine/Reuters

Manchester United (MU) dan Liverpool gagal bertanding di pekan ke-34 Premier League 2020/21 pada Sabtu (2/5) malam WIB. Ini sebagai akibat dari unjuk rasa suporter 'Setan Merah' yang menginvasi Old Trafford, venue laga tersebut, pada beberapa jam sebelum sepak mula.

Sebelumnya, MU dan Liverpool dijadwalkan bertanding mulai pukul 22:30 WIB. Akan tetapi, demo suporter membuat laga harus ditunda dan akhirnya ditangguhkan.

Pihak MU telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat, Dewan Trafford, dan Premier League. Pihak ofisial Premier League pun telah mengeluarkan pernyataan resmi di situs web mereka.

"Menyusul pelanggaran keamanan di Old Trafford, pertandingan Manchester United vs Liverpool ditangguhkan. Ini adalah keputusan kolektif dari polisi, baik klub, Premier League, dan otoritas lokal," tulis mereka.

Ini Pernyataan Resmi Premier League soal Penangguhan Laga MU vs Liverpool (1)
Logo Premier League Foto: situs resmi Premier League

"Keamanan dan keselamatan semua orang di Old Trafford tetap menjadi yang terpenting. Kami memahami dan menghormati kekuatan perasaan, tetapi mengutuk semua tindakan kekerasan, kerusakan kriminal, dan pelanggaran, terutama terkait pelanggaran COVID-19. Fans memiliki banyak saluran untuk menyampaikan pandangan mereka, tetapi tindakan minoritas yang terlihat saat ini tidak memiliki pembenaran."

"Kami bersimpati dengan polisi dan steward yang harus menghadapi situasi berbahaya yang seharusnya tidak mendapat tempat dalam sepak bola. Pengaturan ulang pertandingan akan dikomunikasikan pada waktunya," tandas ofisial Premier League.

Sebagai informasi, unjuk rasa suporter MU ini merupakan buah kekesalan mereka terhadap kepemimpinan Glazers. Mereka menginginkan Glazers keluar dari klub.

Para suporter MU membawa spanduk bertuliskan 'Permintaan Maaf tidak diterima. 50+1'. Spanduk itu ditujukan kepada pemilik MU yang belum meminta maaf usai timnya sempat menyatakan ikut European Super League dan tuntutan soal model kepemilikan klub yang meniru klub Bundesliga Jerman.

***