Jalankan Jumat Berkah, Pengusaha Nasi Uduk di Surabaya Naik Omzet Puluhan Persen
Adhi Setyo Priyoso, pemilik usaha kuliner Nasi Uduk Betawi di Surabaya. Adhi bersama pengusaha kuliner lainnya rutin menggelar Jumat Berkah hingga omzetnya naik sekitar 20 persen setiap bulannya sejak awal 2021. Foto: Masruroh/Basra

Adhi Setyo Priyoso, pemilik usaha kuliner Nasi Uduk Betawi di Surabaya adalah salah satu inisiator dan penggerak dari kegiatan Jumat Berkah yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Hingga saat ini, kegiatan tersebut sudah diselenggarakan selama dua puluh kali.

Jumat Berkah sendiri merupakan inisiatif yang dilaksanakan oleh para pelaku UMKM kuliner, anggota Komunitas Partner GoFood (Kompag) Surabaya untuk membagikan makanan gratis kepada warga kota Surabaya yang membutuhkan.

Inisiatif ini merupakan satu dari berbagai kegiatan pelaku UMKM kuliner yang tergabung di Kompag yang berfokus menjadi wadah edukasi, berbagi pengalaman, serta tips dan trik dari sesama pelaku usaha dan ahli bidang kuliner.

“Selain sebagai bentuk kepedulian untuk sesama, semangat gotong royong untuk tingkatkan pendapatan para pelaku usaha kuliner di Surabaya adalah motivasi terbesar kami mengadakan kegiatan Jumat Berkah. Jadi, modal awal untuk kegiatan ini kami kumpulkan secara sukarela, kemudian secara bergiliran, kami memilih rumah makan sesama anggota yang akan menyiapkan menu andalannya untuk dibagikan ke warga Surabaya yang ditargetkan menjadi penerima bantuan," jelas Adhi kepada Basra, Jumat (7/5).

Lebih lanjut Adhi mengungkapkan, sejauh ini pengorganisiran berbasis solidaritas ini sangat efektif dan diyakini sebagai satu cara untuk sama-sama bangkit dari tantangan pandemi.

Jalankan Jumat Berkah, Pengusaha Nasi Uduk di Surabaya Naik Omzet Puluhan Persen (1)
Pelaku UMKM kuliner, anggota Komunitas Partner GoFood (Kompag) Surabaya rutin menggelar acara Jumat Berkah yang diinisiasi Adhi Setyo Priyoso, pemilik usaha kuliner Nasi Uduk Betawi.

Menurut pria kelahiran tahun 1982 ini, menjalankan bisnis kuliner, terlebih di masa pandemi memang penuh tantangan. Bisnis nasi uduknya sendiri sempat mengalami penurunan transaksi, hingga akhirnya ia memilih untuk fokus mengembangkan hanya 1 outlet rumah makan Nasi Uduk Betawi di daerah Wiyung, Surabaya. Sebelum pandemi, Adhi memiliki 4 outlet Nasi Uduk Betawi di Surabaya.

Tantangan silih berganti, faktor eksternal juga memberi pengaruh terhadap usahanya, namun Adhi meyakini bahwa setiap individu perlu memiliki mindset yang terbuka. Adhi pun merasakan betul kesempatan yang semakin terbuka lebar lewat keberadaan usahanya di platform digital GoFood saat pandemi merebak. Selain itu, Adhi menekankan pentingnya networking dan kolaborasi untuk semakin memperluas wawasan dalam berbisnis dan menemukan kesempatan.

“Dengan berdiskusi bersama para pelaku usaha, saya mendapat banyak pengetahuan dan inspirasi untuk bertahan di masa sulit, bahkan dapat tetap mengembangkan usaha. Saya pelajari bagaimana rekan-rekan saya menerapkan strategi marketing seperti beriklan lewat media sosial, membuat program diskon sampai bagaimana terus menjaga kepercayaan pelanggan,” jelasnya

Hingga akhirnya Nasi Uduk Betawi milik Adhi berhasil mengalami kenaikan omzet 10 hingga 20 persen setiap bulan sejak awal tahun 2021 ini.

"Saya optimis angka ini meningkat di hari-hari terakhir bulan Ramadan, memasuki masa libur Idul Fitri ini," tukasnya.

Menurut Adhi kunci mengembangkan usaha di tengah masa pandemi seperti sekarang adalah keuletan, keterampilan, jejaring, dan dukungan platform digital. Tetapi selain hal-hal yang nampak dan terukur ini, Adhi percaya bahwa amal baik lewat dukungan untuk sesama, terutama mereka yang membutuhkan, dapat melapangkan jalan seseorang dalam menerima rezeki. Jumat Berkah bersama Kompag adalah salah satu upaya Adhi melestarikan harapan ini.

“Menurut saya, kesuksesan dalam berusaha itu sekitar 5 persen karena kepintaran dan keterampilan kita, sedangkan 95 persennya didukung oleh berbagai faktor, gabungan dari seluruh keputusan dan perbuatan kita. Berbagi dengan sesama adalah salah satu kebaikan yang perlu kita lakukan, sebagai bentuk syukur, dan harapan bahwa hal baik juga akan terus menemani langkah dan usaha kita,” pungkasnya.