Jelang Lebaran, Disdagnakerkop Karanganyar Gencar Tera Ulang Timbangan
KARANGANYAR - Menjelang perayaan Lebaran, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) Kabupaten Karanganyar mengintensifkan operasi tera ulang

KARANGANYAR - Menjelang perayaan Lebaran, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) Kabupaten Karanganyar mengintensifkan operasi tera ulang terhadap alat ukur pedagang. Hal itu untuk mengantisipasi kecurangan dalam akad jual beli, baik oleh pedagang maupun konsumen.

Kepala Seksi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen, Disperindagkop Karanganyar Eko Supriyadi mengungkapkan, sasaran tera ulang adalah pedagang pasar tradisional serta toko modern. Tera ulang saat ini dilakukan di kantor disdagnaker, sesuai jadwal yang sebelumnya telah diberikan ke pedagang pasar tradisional.

”Ini dilakukan di kantor, pedagang datang dengan membawa alat timbangannya. Kalau pun ada yang belum, nanti bisa dilanjutkan setelah Lebaran. Karena jadwal proses tera ulang dilakukan setahun sekali,” ucap Eko, kemarin (30/4).

Lebih lanjut diungkapkan Eko, kebanyakan alat ukur atau timbangan pedagang mengalami kerusakan pada pegas. Sehingga merugikan pedagang sendiri. Karena ukuran dari timbangan tersebut justru lebih banyak dari ukuran yang sebenarnya.

”Justru rata-rata malah pedagang yang rugi. Karena setelah dicek, pegas mereka itu banyak yang sudah rusak. Barang yang ditimbang justru melebihi berat yang sebenarnya. Seumpama 1 kg bisa jadi 1,02 kg atau malah lebih,” teranganya.

Sesuai dengan Peraturan Daerah (perda) Nomor 1 tahun 2020 tentang Retribusi Pelayanan Tera atau Tera Ulang, jika nantinya kedapatan ada pedagang yang telat melakukan tera ulang, maka pidana kurungan tiga bulan. Atau pidana denda paling banyak tiga kali jumlah retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Salah seorang pedagang, Winarni 45 yang berjualan di Pasar Jungke Karanganyar mengungkapkan, proses tera ualng selain untuk mengecek keakuratan alat timbangan, juga untuk meyakinkan konsumen atau pembeli.

”Ya kadang malah kurang, kadang kelebihan. Makanya ditera ulang timbangannya,” tandasnya. (rud/adi)