AFP PHOTO / JURE MAKOVEC
Salah satu ekspresi pelatih Chelsea Jose Mourinho, pada pertandingan keempat Grup G Liga Champions, di Maribor, Rabu (5/11/2014).

UNIKOLOGI.COM - Jose Mourinho tidak menampik suatu saat nanti dirinya kembali ke Italia, meski harus melatih klub rival Inter Milan.

Jose Mourinho memiliki pengalaman menjadi juru taktik Inter Milan selama dua musim (2008-2010).

Dua trofi langsung disumbangkannya pada tahun pertama melatih. Dia membawa Nerazzurri juara Liga Italia dan Piala Super Italia 2008-2009.

Kemudian pada musim keduanya (2009-2010), Mourinho meraih treble winners bersama Inter Milan. Mereka juara Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Pelatih asal Portugal menjadikan Inter sebagai klub Italia pertama yang merengkuh tiga gelar juara dalam musim yang sama.

Mourinho juga menjadi pelatih asing terakhir yang menjuarai Serie A.

Sebelas tahun berlalu, Mourinho kembali dikaitkan dengan Italia. Momennya pas karena dia baru saja dipecat Tottenham Hotspur pada April lalu.

Mourinho tidak menampik suatu saat nanti dirinya bisa kembali berkarier di Negeri Pizza.

Pelatih 58 tahun takkan berpikir dua kali jika datang tawaran, meski nantinya harus menukangi klub rival La Benamata.

"Inter! Saya memenangkan segalanya bersama Inter. Ada kasih sayang khusus," ucap Mourinho kepada The Times, seperti dikutip dari Football Italia, Minggu (2/5/2021).

"Tetapi jika suatu hari saya harus pergi ke Italia dan melatih klub pesaing (Inter Milan), saya tidak berpikir dua kali," imbuhnya.

"Saya memiliki cara profesional dalam memandang sesuatu. Saya merasa nyaman dengan diri saya sendiri," tutur Mourinho.

Selepas ditinggal Mourinho, Inter Milan belum pernah scudetto lagi, tetapi penantian mereka bisa berakhir malam ini juga.

Inter Milan tidak perlu bertanding. Mereka hanya tinggal menunggu Atalanta gagal menang melawan Sassuolo nanti malam.

Jika tak sanggup mengalahkan Sassuolo, poin Atalanta tetap 68 apabila kalah dan 69 kalau imbang pada akhir giornata ke-34.

Dalam empat pertandingan ke depan, jumlah poin Inter Milan (82 poin) sudah tidak mungkin terkejar lagi.

Penulis: Faishal RaihanEditor: Faishal Raihan