Presiden Joko Widodo bersama sejumlah anak saat memperingati Hari Buku Nasional. (Dok. Biro Setpres)
Presiden Joko Widodo bersama sejumlah anak saat memperingati Hari Buku Nasional. (Dok. Biro Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini pendidikan di Indonesia tidak akan bergerak maju di era pandemi Covid-19 ini tanpa terobosan cara-cara baru.

Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya inovasi di dunia pendidikan guna menyiasati pelbagai tantangan pembelajaran di tengah berjangkitnya wabah virus corona.

"Kalau gunakan cara lama, pendidikan nggak bisa jalan di era pandemi. Nggak akan bisa. Perlu cara-cara baru. [Seperti] Digital, hybrid," tutur Jokowi dalam diskusi bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim yang disiarkan melalui YouTube Kemendikbud RI, Minggu (2/4).

"Kita harus cepat adaptasi, harus adaptif," imbuh Jokowi dalam dialog peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut.

Jokowi pun menekankan situasi pandemi virus corona mengubah drastis kehidupan manusia. Dan situasi ini, sambung dia, bukan hanya dirasakan oleh Indonesia melainkan juga oleh lebih dari 215 negara lain yang juga terdampak wabah.

Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah harus menerapkan pembelajaran jarak jauh. Di mana salah satu metode utama yang diterapkan adalah belajar daring atau online.

"Tantangannya gimana pastikan pembelajaran [daring] dapat tersampaikan dengan baik, terutama untuk yang pendidikan dasar. Dan guru-guru dituntut betul-betul kreatif dan inovatif," kata Jokowi.

Presiden Jokowi berpesan agar kondisi pandemi harus dimanfaatkan sebagai waktu evaluasi dan koreksi di lingkup pendidikan. Ia juga menegaskan tak ingin pandemi justru menghambat target pendidikan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Menurutnya, pandemi malah boleh jadi telah membuka mata seluruh insan pendidikan dan masyarakat terkait keluhan serta kekurangan yang perlu diperbaiki di masa depan.

"Keliatan semua [kekurangan pendidikan] karena pandemi ini. Dan ini jadi koreksi kita dan bahan evaluasi kita untuk diperbaiki," tambah Jokowi.