Kapolda Papua Ungkap Ada 6 Kelompok Aktif KKB di Wilayah Pegunungan
Evakuasi jenazah seorang pelajar SMA yang ditembak KKB di kampung Wuloni Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021). Foto: Dok. Istimewa

Polda Papua memetakan pergerakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata yang selama ini aktif melakukan gangguan keamanan di wilayah pegunungan. Total ada enam kelompok KBB dinyatakan aktif.

Kapolda Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, enam kelompok KKB itu berada di wilayah Kabupaten Puncak, Intan Jaya dan Nduga.

"Kelompok ini sebetulnya kelompok besar, namun yang aktif selama ini ada enam kelompok. Mereka melakukan aktivitas di daerah Ilaga dan Beoga Kabupaten Puncak, Sugapa Kabupaten Intan Jaya dan di daerah Nduga," kata Fakhiri dikutip dari Antara, Senin (3/5).

Kapolda Papua Ungkap Ada 6 Kelompok Aktif KKB di Wilayah Pegunungan  (1)
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. Foto: Evarukdijati/ANTARA

Fakhiri menuturkan, pimpinan KKB yang aktif di wilayah pegunungan Papua sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang. Mulai dari Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, Egianus Kogoya dan lainnya.

"Sempalan dari kelompok Lekagak Telenggen di Kabupaten Puncak itu sekarang terbagi dalam dua kelompok," ucap Fakhiri.

Setelah kasus pembunuhan terhadap dua guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada 8 dan 9 April 2021, pasukan TNI dan Polri sudah dikirim ke Beoga untuk melakukan pemulihan keamanan. Mereka juga melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penembakan.

Fakhiri menambahkan, selain ke Beoga, pasukan gabungan TNI dan Polri juga dikirim ke Ilaga untuk menyekat ibu kota Kabupaten Puncak itu dari gangguan KKB.

"Memang sedikit agak terlambat sehingga ada kejadian beruntun di Ilaga. Kami akan terus menempatkan perkuatan pengamanan pada dua titik itu sekaligus melakukan penindakan kepada mereka karena tidak boleh lagi ada yang melakukan kekerasan bersenjata maupun kejahatan lainnya yang membuat masyarakat menjadi trauma, takut, dan merasa terintimidasi. Karena itu upaya penegakan hukum akan terus kami lakukan secara tegas dan terukur," jelas Fakhiri.

Fakhiri menuturkan, dengan adanya tambahan personel gabungan TNI dan Polri pihaknya akan berupaya maksimal menangkap para gembong KKB yang selama ini menjadi aktor utama dibalik serangkaian aksi kekerasan bersenjata di wilayah pegunungan Papua.

"Tentu kami dari kepolisian berusaha maksimal untuk menangkap mereka hidup-hidup agar jaringannya terungkap. Tapi kalau mereka melawan, kami akan lumpuhkan. Sampai sekarang kami masih terus bekerja," ucap Fakhiri.

Kapolda Papua Ungkap Ada 6 Kelompok Aktif KKB di Wilayah Pegunungan  (2)
Tradisi bakar batu Distrik Beoga sebagai ucapan rasa syukur selamat dari teror KKB. Foto: Dok. Istimewa

Lebih lanjut, Polda Papua bersama unsur TNI juga terus melakukan penggalangan ke semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah agar mereka tidak takut dan segera memisahkan diri dari kelompok bersenjata yang sekarang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris.

"Kami harus memastikan bahwa tindakan penegakan hukum dilakukan terhadap mereka-mereka yang selama ini menjadi bagian dari kelompok yang melakukan gangguan keamanan di Kabupaten Puncak, Intan Jaya dan Nduga. Mungkin saja nanti ada sempalan-sempalan mereka yang datang dari Kabupaten Puncak Jaya dan Paniai," tutup Fakhiri.