Kenalan sama Tsana, Lulusan Terbaik Unpad dengan IPK Nyaris Sempurna
Tsana Afrani Suyono dok Unpad

Universitas Padjadjaran (Unpad) baru menggelar wisuda untuk program sarjana. Salah satu wisudawannya adalah Tsana Afrani Suyono yang menjadi lulusan terbaik dengan IPK nyaris sempurna.

Lulusan jurusan Psikologi Unpad itu menyelesaikan studinya kurang dari empat tahun. Dia mempertahankan skripsinya dengan judul Hubungan antara Quarter-Life Crisis dan Subjective Well-Being pada Individu Dewasa Muda, dan mendapat IPK 3,95.

Kenalan sama Tsana, Lulusan Terbaik Unpad dengan IPK Nyaris Sempurna (1)
Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran. Foto: Wikipedia

Selama jadi mahasiswa, perempuan yang lahir dan tinggal di Batam, Kepulauan Riau, ini aktif di sejumlah organisasi sosial. Mulai dari komunitas pencinta anak dan remaja di tingkat fakultas, hingga aktif sebagai pengajar di Komunitas Taman Ilmu.

Ia mengaku memiliki ketertarikan dalam mendukung pengembangan anak-anak dan remaja.

“Anak-anak itu sebagai generasi penerus bangsa. Intervensi di awal tahun terutama di bagian kognitifnya sangat penting bagi perkembangan anak,” tutur Tsana, dilansir laman Unpad.

Pada komunitas pencinta anak dan remaja, Tsana aktif mendatangi desa-desa dan beraktivitas bersama anak-anak, seperti membacakan dongeng hingga bermain bersama.

Sementara di Taman Ilmu, ia aktif menjadi pengajar mingguan di Desa Sukanegla, Jatinangor, Jawa Barat.

Di sana, Tsana mengajar sejumlah mata pelajaran. Tidak sekadar mengajar, ia dan tim mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan anak usia sekolah.

“Kami juga sering menyelipkan kurikulum moral, kasih pesan ke anak-anak. Jadi santai tetapi tetap bisa dapat pembelajaran,” tuturnya.

Di luar bidang anak dan remaja, ia juga pernah aktif di komunitas Earth Day Unpad dan membantu melakukan reboisasi lahan kritis di kawasan hulu Sungai Citarum.

Kenalan sama Tsana, Lulusan Terbaik Unpad dengan IPK Nyaris Sempurna (2)
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Mahasiswa Penting Membuat Prioritas

Meski aktif berkegiatan sosial, Tsana tidak lupa akan tugas utamanya yaitu belajar. Kuliah tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, mahasiswa penting membuat prioritas. Tujuannya agar tetap fokus dalam menyelesaikan studinya.

Sejak awal, ia sudah memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan utama sebagai mahasiswa adalah belajar. Ini dijadikan prioritasnya.

Setelah itu, barulah Tsana mengembangkan diri sesuai dengan keinginan, yaitu aktif di bidang sosial.

“Kalau kita sudah tahu yang diinginkan, maka manajemennya akan menjadi cukup baik. Tentu saja utamanya tetap akademik,” ucapnya.