Firli Bahuri

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan pentingnya pendidikan untuk membangun karakter dan integritas. Pendidikan menjadi kunci menanamkan nilai integritas sedari dini untuk membangun sikap antikorupsi.

"KPK menilai pendidikan sangat penting karena menjadi urat nadi dan elemen vital dalam upaya membangun karakter serta integritas bangsa melalui pendidikan yang berkualitas yang menanamkan nilai-nilai antikorupsi di dalamnya," kata Firli menyampaikan pandangannya terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh hari ini, Minggu (2/5).

Sebagai bagian upaya pemberantasan korupsi, kata Firli, KPK menetapkan pendidikan sebagai salah satu kebijakan komisi antirasuah. KPK menempatkan pendidikan sebagai salah satu strategi pemberantasan korupsi. Strategi pendidikan masyarakat itu menyasar pendidikan formal maupun nonformal mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

"KPK telah memasukkan unsur dan nilai-nilai pendidikan antikorupsi kepada masyarakat untuk membentuk dan menjaga karakter serta integritas setiap anak bangsa agar lepas dan tidak terpengaruh laten korupsi yang telah berurat akar di republik ini," ucapnya.

Firli juga mengatakan pendidikan amat penting sebagai salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan penting bagi kehidupan dan kemajuan bangsa agar tak terjerembab korupsi dan kemiskinan.

"Hanya dengan pendidikan, bangsa ini dapat terlepas dari beragam belenggu kemaksiatan, salah satunya korupsi dan perilaku koruptif yang telah menggurita," ucap Firli.

Dia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk memaknai Hardiknas sebagai momentum penanaman nilai-nilai antikorupsi. Menurut Firli, cita-cita agar bangsa ini merdeka dari korupsi harus terus diperjuangkan.

"Mari tanamkan selalu nilai-nilai antikorupsi dalam setiap pendidikan di republik ini agar cita-cita merdeka dari laten korupsi dapat segera raih dan diwujudkan di bumi pertiwi," pungkasnya. (OL-8)