KJRI New York Gelar Bincang dengan Imam Shamsi Ali tentang Islam di AS

JawaPos.com – Dalam suasana Ramadan, KJRI New York menyelenggarakan podcast dengan bintang tamu Dr. Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation sekaligus Imam/Direktur Jamaica Muslim Center New York. Podcast ini merupakan wahana komunikasi antara WNI/Diaspora Indonesia dan mitra kerja setempat. Selain itu, sebagai ajang diskusi potensi dan kegiatan kerja sama ekonomi dan sosial budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat khususnya pada 15 wilayah kerja KJRI New York.

Dalam podcast tersebut, Dr. Imam Shamsi Ali menuturkan bahwa sebenarnya sifat orang Amerika itu terbuka dan ramah. Namun, dia tidak menampik maraknya aksi diskriminatif yang dilakukan sebagian kecil masyarakat AS karena kesalahpahaman, ketidaktahuan, ataupun kesalahtahuan yang terkadang tidak dapat dilepaskan dari peran media.

Meluruskan persepsi negatif tersebut tentunya bukan barang mudah, salah satu caranya dengan membalik stigma tersebut dengan perilaku Muslim yang baik.

Dr. Imam Shamsi Ali juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat pada dasarnya adalah negeri kaum imigran. Maka dari itu, relasi dan hubungan harmonis dengan berbagai lapisan dan komunitas masyarakat adalah kunci dalam membangun kerja sama yang baik. Demikian juga membangun toleransi dan rasa untuk saling mengerti dan memahami. Toleransi dipahami secara luas oleh masyarakat AS dan dijamin oleh konstitusi AS.

Dengan adanya administrasi Joe Biden-Kamala Harris, dia juga mengharapkan bahwa Islam akan mendapatkan ruang publik dan ruang politik yang lebih baik. Hal ini sudah ditunjukkan oleh Presiden Biden yang pada hari pertama menjabat sebagai Presiden AS langsung membatalkan Muslim Travel Ban dan perlahan menempatkan warga muslim AS yang kompeten dalam pemerintahan federal, termasuk di Gedung Putih.

Kepada masyarakat Muslim di Indonesia yang memiliki kesan negatif tentang Amerika Serikat dalam hubungannya dengan Islam, Dr. Imam Shamsi Ali menyampaikan bahwa kebebasan beragama dan toleransi dijamin dalam Konstitusi AS.
Diskriminasi/rasisme tentunya ada, akan tetapi hal inipun terjadi di negara lain. Dia berpesan agar kita menjadi jembatan untuk saling menjelaskan dan saling berbagi pengalaman tentang Islam dan demokrasi yang nyatanya dapat berjalan beriringan.

KJRI New York, selain media podcast, juga memiliki program IG Live “KJRI New York Menyapa” yang sudah berjalan lebih dahulu, dan mengembangkan Aplikasi “Smart Consulate Office” sebagai sebuah bentuk layanan perwakilan secara digital/online berbasis aplikasi yang bisa diunduh via “Google Play Store” dan Apple App Store”.