AFP/ADRIAN DENNIS
Tandukan penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, memantul dari tiang gawang lawan pada laga leg kedua semifinal Liga Europa kontra Villarreal di Stadion Emirates, London, pada Jumat (7/5/2021) dini hari WIB.

SIAPGRAK.COM - Legenda Arsenal, Martin Keown, mengungkap penyebab yang membuat The Gunners ditahan Villarreal pada laga leg kedua semifinal Liga Europa.

Pada pertandingan tersebut, Arsenal bermain imbang 0-0 dengan Villarreal di Stadion Emirates, Jumat (7/5/2021) dini hari WIB.

Alhasil, The Gunners pun dipastikan tersingkir dari ajang Liga Europa karena kalah agregat 1-2 atas wakil Spanyol.

Adapun kekalahan tersebut diraih ketika pasukan Mikel Arteta melawat ke markas Villarreal pada laga leg pertama pekan lalu.

Seusai laga leg kedua yang menentukan, Martin Keown menyoroti formasi 4-1-4-1 yang diracik Arteta pada laga tersebut.

Keown melihat bahwa formasi tersebut tidak cocok untuk ditetapkan sehingga berujung hasil negatif.

Hal tersebut dikatakannya sebagai penyebab The Gunners bisa dihentikan oleh Villarreal.

Menurut sang legenda, Arsenal begitu buruk tampil dengan satu gelandang bertahan sehingga tidak ada keseimbangan di lini tengah.

Adapun gelandang bertahan yang ditempatkan Mikel Arteta adalah Thomas Partey.

Keown pun tak serta-merta menyalahkan taktik Arteta, melainkan juga performa Partey yang di bawah standar.

"Anda akan mengira itu akan cocok dengan Partey yang berdiri sendiri di lini tengah, tetapi ternyata tidak," kata Keown dilansir dari BT Sport.

"Dia kelihatannya tidak punya energi untuk mengitari lapangan dan mereka tidak cukup berhasil," ucapnya.

"Penempatannya adalah taktik dari Arteta dan membuat kami benar-benar kalah jumlah di lini tengah," tuturnya.

"Kami pikir akan merekrut Patrick Vieira berikutnya. Namun, dia (Partey) sama sekali tidak terlihat seperti itu. Dimulai dengan cedera, pulih lebih awal, dan cedera lagi," katanya.

"Kami seperti seperti tidak memiliki kaki di lini tengah karena dia sendirian."

"Kami melakukan kesalahan. Kami seharusnya memiliki dua pemain lini tengah yang berdampingan untuk menjaga kekompakan. Kami tidak memiliki keseimbangan yang tepat," katanya.

Kemudian, Martin Keown seraya mengkritik Martin Odegaard di pos gelandang serang.

Menurut dia, pemain pinjaman dari Real Madrid itu tidak menunjukkan etos kerja yang tinggi dan minim dalam melakukan tekanan.

"Lalu, saya melihat ke Odegaard. Kapan dia menekan? Dia tampaknya tak ingin agresif dan menekan bersama empat pemain di garis depan untuk menghentikan Villarreal keluar," lanjut Keown.

"Villarreal jadi bisa melewati kami begitu saja. Dia tidak dapat menawarkan tekanan dan perlindungan untuk membantu pertahanan," kata sang legenda.

Penulis: Celvin Moniaga SipahutarEditor: Eris Eka Jaya