Liga 1 2021 Bisa Digelar dengan Penonton? Begini Saran Bung Kus
ilustrasi pemain Persib Bandung berlaga di Liga 1.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pengamat sepak bola ternama, Mohamad Kusnaeni, mengatakan, Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) semata-mata bukan yanya mengursi izin keramain untuk Liga 1 2021 pada 3 Juli nanti.

Ia mengatakan, PSSI dan PT LIB sebaiknya merancang adaptasi kebiasaan baru dalam konteks sepak bola.

Menurutnya, salah satu adaptasi kebiasaan baru tersebut adalah merancang pada pekan berapa, saat Liga 1 berlangsung, penonton dibolehkan nonton di stadion.

"Jadi awal kompetisi pasti tanpa penonton, tapi harus dirancang juga pada pekan berapa penonton dibolehkan nonton di stadion katakanlah 10 persen dari kapasitas," kata pria yang akrab disapa Bung Kus itu.

"Pekan berapa menjadi 30 persen, dan pada pekan berapa 50 persen dari kapasitas, hingga akhirnya dengan kapasitas penuh itu pada pekan berapa," lanjutnya.

Ia menegaskan, prakiraan penonton boleh hadir di stadion harus didasari oleh parameter-parameter kuat. Seperti, 10 persen penonton masuk kalau tingkat penularan kasus Covid-19 di bawah 1.000; atau 30 persen penonton masuk kalau di kota itu tidak termasuk dalam zona oranye atau bahkan merah, tetapi masuk ke zona kuning atau hijau.

"Jadi, disusun argumentasi berdasarkan parameter-parameter yang kuat" katanya.

Ia menyampaikan, sebaiknya PSSI juga membuka ruang terbuka untuk masukan-masukan dari dinas atau instansi terkait mengenai wacana penonton ini.

Karena, menurutnya, saat ini situasinya sedang tidak normal, maka PSSI tak boleh hanya menelan bulat-bulat dalam meminta izin keramaian.

"PSSI lihat dari aspek sepak bolanya, lalu Satgas Covid-19 dari aspek medisnya, kepolisian untuk perizinan, jadi persoalan ini dilihat lebih komprehensif dan detail," tegasnya.

Ia menuturkan, di banyak negara itu sudah mulai melibatkan penonton, seperti halnya final Carabao Cup antara Machester City melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wembley, London, pada 25 April 2021 kemarin.

Ia berterus terang bahwa masyarakat Indonesia sudah kangen nonton bola di stadion, terlebih fanatisme sepak bola di Indonesia sangat besar.

"Jadi sebaiknya dikelola dengan baik, agar terkendali dan lebih kondusif juga," katanya.

Tak hanya itu, ia mencontohkan kejadian penyerangan ke Graha Persib oleh "oknum" bobotoh dan kerumunan oleh The Jakmania adalah kejadian yang tak terkontrol di ujung gelaran Piala Menpora 2021.

"Itu akan menjadi warning buat PSSI dan PT LIB, jadi bagaimana mengelola suporter supaya menjadi bagian yang mendukung keberlangsungan kompetisi bukan menjadi bagian yang menghambat," tegasnya.

Senada dengan Bung Kus, Ketua Viking Heru Joko juga berharap kejadian pasca-anarkisme Bobotoh ke Graha Persib dan kerumunan oleh The Jakmania bukan menjadi suatu halangan yang serius dalam menggelar kompetisi Liga 1 2021 nanti.

"Harusnya dipelajari secara saksama oleh regulator oleh PSSI, dan pemangku kebijakan lain," katanya

"Karena cukup disayangkan juga ketika semua kota berharap sepak bola bisa jadi hiburan masyarakat Indonesia," lanjutnya. [*]