Rapat Exco PSSI 3 Mei 2021.
Rapat Exco PSSI 3 Mei 2021. (PSSI).

SIAPGRAK.COM, Jakarta - Banyak faktor yang memengaruhi PSSI dalam memutuskan untuk menghapus degradasi di Liga 1 musim ini. Selain dorongan mayoritas klub, kompetisi di negara lain juga menjadi rujukan.

PSSI berkaca dari metode J1 League pada musim 2020. Berdasarkan laporan Japan Times, Kompetisi kasta teratas dari Liga Jepang itu juga meniadakaan sistem turun kasta akibat diterjang pandemi COVID-19.

Musim lalu, Liga Jepang sempat dihentikan beberapa kali buntut dari wabah virus corona. Di tengah-tengah vakumnya kompetisi, operator kompetisi di Negeri Sakura itu memutuskan untuk menangguhkan degradasi namun tetap memberlakukan dua tiket promosi dari J2 League.

Alhasil, jumlah peserta J1 League yang tadinya 18 tim, meningkat menjadi 20 klub pada 2021. Untuk mengembalikan format asli total peserta, empat tim akan dipaksa degradasi di musim ini.

"Karena ini sifatnya hanya sementara, lalu ada beberapa negara seperti Jepang yang juga melakukan penghapusan degradasi, jadi ada contohnya. Pertimbangannya dari sisi ekonomi," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani ketika dihubungi SIAPGRAK.COM, Kamis (6/5/2021) soal pertimbangan meniadakan degradasi di Liga 1 musim ini.

Liga 1 Musim Depan Akan Jadi 20 Klub

Rapat Exco PSSI 3 Mei 2021. (PSSI).
Rapat Exco PSSI 3 Mei 2021. (PSSI).

PSSI hanya menghapus sistem degradasi di Liga 1 musim ini, namun tidak dengan format promosi. Dua tiket untuk naik kasta telah disediakan oleh PSSI bagi kontestan Liga 2.

Jumlah ini berkurang satu dibandingkan musim-musim sebelumnya. Umumnya, tiga tim akan promosi ke Liga 1 menggantikan tiga klub yang turun kasta.

Dengan formula seperti ini, praktis jumlah peserta Liga 1 pada tahun depan atau musim 2022/2023 akan melonjak menjadi 20 tim.

"Kalau terjadi tidak ada degradasi di Liga 1, nanti ada dua tim yang promosi dari Liga 2 sehingga jumlahnya menjadi 20 tim," tutur Hasani Abdulgani.

Kata Hasani, formula seperti ini bersifat sementara. Namun jika dirasa pas, format 20 tim ini berpeluang dipertahankan dengan membahasnya di kongres tahunan PSSI pada 2022.

Latar Belakang Penghapusan Degradasi

CEO Mahaka Sports, Hasani Abdulgani saat mengikuti Drawing babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015). (SIAPGRAK.COM/Nicklas Hanoatubun)
CEO Mahaka Sports, Hasani Abdulgani saat mengikuti Drawing babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015). (SIAPGRAK.COM/Nicklas Hanoatubun)

Usulan penghapusan degradasi di Liga 1 musim ini disebutkan datang dari para peserta. Mereka mengajukan permintaan itu kepada PSSI karena faktor ekonomi.

Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 3 Mei 2021 memutuskan bahwa Liga 1 2021/2022 tanpa degradasi untuk mengakomodir keinginan klub-klub.

Hasani menerangkan, kesekjenan PSSI menerima banyak surat dari tim-tim Liga 1 yang keberatan dengan adanya degradasi di musim ini. Pihaknya memahami kondisi itu sehingga mengabulkan permohonan tersebut.

"Ada banyak klub yang meminta kata kesekjenan PSSI. Namun, kami tak tanya satu per satu kepada klub. Sebab, secara insting pun saya sudah tahu," kata Hasani,

"Saya kan juga menjalankan perusahaan. Sekarang, perusahaan mana yang tidak kesusahan? Saat ini, perusahaan yang berhasil itu yang menjual vaksin dan tes COVID-19. Jenis usaha lain semua kolaps. Apalagi klub-klub Liga 1 ini. Kami sadarlah. Apalagi anggota Exco PSSI ini banyak yang berasal dari klub. Mereka tahu situasinya," jelas Hasani.

Kabar penghapusan Liga 1 musim ini oleh PSSI bikin media sosial geger. Dari pengamatan SIAPGRAK.COM, kebanyakan netizen tidak sepakat, bahkan cenderung geram dan mengecam kebijakan ini.

Rapat Exco PSSI Memutuskan Liga 1 Musim Ini Tanpa Degradasi https://t.co/8gLt9arB7t

— BOLA.COM (@bolacomID) May 6, 2021

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini