Menuju Kampus Modern, Politeknik KP Jembrana Buka Pendaftaran Online
Kapusdik KP Dr. Bambang Suprakto, A.Pi., S.Pi., MT mengatakan, karena Politeknik KP Jembrana menganut sistem vokasi (langsung kerja), maka butuh tempat praktik

NEGARA, Radar Jembrana- Kapusdik KP Dr. Bambang Suprakto, A.Pi., S.Pi., MTmengatakan, karena Politeknik KP Jembrana menganut sistem vokasi (langsung kerja), maka butuh tempat praktik berupa teaching factory (Tefa).

Hadirnya Tefa Budidaya, menambah nuansa penuh teknologi untuk tiga program sudi (prodi); Budidaya, Pengolahan Hasil Perikanan, dan Penangkapan Ikan.

Menurutnya, potensi di Pengambengan banyak pengolahan. Ini mendukung program pengabdian ke masyarakat. ’’Maka, ke depan maju. Harus buka Prodi Eko Wisata Bahari, Bioteknologi. Itu prototipe kami. Nanti banyak pabrik atau tefa. Kampus harus menghasilkan,’’ tegasnya.

Oleh karena itu, dilakukan pendidikan berkarakter selama satu tahun, semimiliter. Sehingga, taruna siap kerja. Makanya, dilatih kewirausahaan. ’’Hadirnya desa binaan (Desa Mitra Pengembangan Kampung Vanamei di Pengambengan dan Lelateng, itu  implementasi pengabdian masyarakat. Harus terukur, untuk jadi desa mandiri. Sehingga, butuh teknologi mapan,’’ paparnya.

Di kampus ini, katanya, potensi untung luar biasa. Tapi, potensi rugi juga luar biasa. Maka, hadirlah lembaga pengelola modal, menebar Rp 2 miliar. ’’Kampus ditantang bisnis. Ditantang jalankan uang pinjaman,’’ jelasnya.

Konsep usaha, ditularkan ke peserta didik. Sehingga saat lulus, jadi pengusaha. Untuk menuju ke sana, Politeknik KP harus modern, biar generasi muda tertarik. Ke depan, tambak pakai remote control. Serba digitalisasi. Misalnya, jika pH (derajat keasaman) turun, ada mesin turunkan kapur untuk mengatur pH. ’’Generasi milenial itu didukung digitalisasi, makanya kampus harus ciptakan generasi tangguh,’’ tegasnya.

Bambang menambahkan, Politeknik KP Jembrana merupakan mampus muda, masuk tahun keempat. Kuliahnya gratis, melalui APBN. Taruna dapat dana makan, asrama, jika praktik di luar kampus, dapat uang makan.

’’Tahun ini 55 persen, dari anak pembudidaya, hingga petani garam. Kuota sebanyak 40 persen untuk lokal Jembrana,’’ paparnya.

Pendaftaran yang dibuka mulai 10 Mei 2021 secara online melalui www.pentarukkp.id

Bambang menjelaskan, seiring roadmap Politeknik KP Jembrana menuju kampus modern, ke depan, taruna bisa belajar di industri mana saja. Perangkat di kampus, siap online.

Mulai sumberdaya manusia (SDM), dosen, dilatih bagaimana belajar online yang benar. ’’Tuntutan generasi muda, kampus harus modern, digitalisai, biar tak kuno, tak ditinggal,’’ sambungnya.

Ke depan, semua pakai teknologi, budidaya ikan modern, ada rekayasa dalam indoor. Terkontrol. Atau outdoor, ada tempat kecil, pakai sensor. ’’Harus benar-benar jadi kampus modern,’’ support Bambang.

Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, ST., MT. berterima kasih ke Politeknik KP Jembrana yang telah melibatkan masyarakat budidaya di Jembrana. ’’Membawa dampak ekonomi luar biasa bagi Jembrana. Membantu peningkatan ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, membangun kedaulatan pangan,’’ papar Wabup sambil ngaku, hal itu sejalan visi Pemkab Jembrana Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana.

Seiring Jembrana memiliki 86 kilometer garis pantai, Wabup dukung program pembangunan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui ikan tangkap dan ikan budidaya. ’’Gemar ikan. Sehingga, masyarakat Jembrana sehat dan cerdas,’’ paparnya.

Wabup juga berharap, potensi Politeknik KP Jembrana dimaksimalkan. Yakni, dengan peningkatan hasil tambak, menambah ketrampilan, pemanfaatan teknologi, sehingga meningkatkan penghasilan dan membawa dampak bagi tenaga kerja,’’ pungkasnya. (djo)