Seorang jurnalis melakukan peliputan di sekitar Tol Layang MBZ (Mohamed Bin Zayed) yang ditutup sementara di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021) dini hari. Penutupan sementara Tol Layang MBZ saat masa larangan mudik tersebut untuk membatasi pergerakan masyarakat guna memutus rantai penyebaran Covid-19./Antara-Fakhri Hermansyah\\r\\n
Ganjar Pranowo, juga menyebut ada sekitar 5.000 kendaraan pemudik dari luar daerah yang masuk ke Jateng menjelang pemberlakuan larangan mudik. Ini menguatkan fakta banyak orang yang sudah mudik ke Jateng.

SIAPGRAK.COM, SEMARANG - Larangan mudik yang ditandai penghentian semua moda transportasi umum mulai berlaku mulai Kamis (6/5/2021). Masalahnya, ribuan orang telah mudik dan berpotensi mendatangkan masalah baru.

"Pada masa peniadaan mudik tersebut [6-17 Mei 2021], semua pengoperasian transportasi untuk kepentingan mudik akan dilarang," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Ribuan orang sudah lebih dulu mudik sebelum penghentian moda transportasi umum berlaku. Astra Infra Toll Road Cikopo—Palimanan atau PT Lintas Marga Sedaya (LMS) mencatat peningkatan volume lalu lintas di tol Cikopo—Palimanan (Cipali) sejak Senin (3/5/2021). Kendaraan golongan I mendominasi ruas Cipali, seperti mobil ukuran kecil, pikap, truk kecil, bus, dan sejenisnya.

General Manager LMS Suyitno mencatat volume lalu lintas jalan tol Cipali mencapai 70.557 kendaraan pada Selasa (4/5/2021). Adapun, jumlah kendaraan yang melalui Gerbang Tol (GT) Palimanan Utama mencapai 50.670 kendaraan atau naik 57,91 persen daripada dengan hari biasa.

"Para pengguna jalan yang hendak melakukan perjalanan menuju arah timur terpantau ramai pada malam hingga dini hari. Optimalisasi gardu di gerbang tol Palimanan akan menyesuaikan kondisi lalu lintas ke arah Palimanan," katanya, Rabu (5/5/2021).

Kendaraan keluar melalui GT Palimanan Utama melonjak 24 persen menjadi 30.802 pada Selasa (4/5/2021) dan kemungkinan besar mengangkut orang yang mudik. Adapun, angka tersebut meroket 92,21 persen daripada lalu lintas pada Rabu (28/4/2021) yang hanya 16.206 kendaraan.

Di samping itu, kendaraan yang melewati GT Palimanan Utama selama Rabu (28/4/2021) sampai Selasa (4/5/2021) secara tahunan konsisten meningkat lebih dari dua kali lipat. Lonjakan secara tahunan paling besar terjadi pada Jumat (30/4/2021) yang naik 273,23 persen menjadi 42.160 kendaraan.

Telanjur Mudik

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, juga menyebut ada sekitar 5.000 kendaraan pemudik dari luar daerah yang masuk ke Jateng menjelang pemberlakuan larangan mudik. Ini menguatkan fakta banyak orang yang sudah mudik ke Jateng.

Ganjar menyampaikan hal itu saat memimpin Apel Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (5/5/2021).

Dengan banyaknya kendaraan yang masuk Jateng, Ganjar meminta perangkat wilayah setempat untuk meningkatkan pengawasan, terutama para pendatang. Ia juga meminta perangkat RT dan RW untuk melakukan pendataan siapa-siapa saja yang masuk ke daerahnya.

"Tak masalah jika mereka yang masuk ini mengikuti dan memenuhi syarat. Yang repot adalah yang nekat menerobos. Jangan sampai kejadian di Pati terulang dan menular kepada yang lain," ujar Ganjar.

Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Abiyoso Seno Aji, berharap orang dari luar Jateng yang telah mudik untuk melapor ke pos-pos PPKM. Total ada sekitar 8.452 pos PPKM yang tersebar di wilayah Jateng.

"Di sana akan kami lakukan swab antigen. Kalau positif, kita akan isolasi sehingga tidak menularkan Covid-19 ke yang lain," terangnya.

Peningkatan volume kendaraan bermotor juga terjadi di Soloraya, di antaranya di dua lokasi pintu gerbang Sukoharjo. Kendaraan bermotor yang melewati Bundaran Kartasura meningkat sekitar 15,37 persen, sedangkan di Simpang Empat Bulakrejo sekitar 10,65 persen.

Para perantau memilih pulang ke kampung halaman lebih awal untuk menghindari penyekatan petugas mulai 6 Mei. Sebagian besar perantau menggunakan mobil pribadi untuk menempuh perjalanan jauh menuju tanah kelahiran. Imbasnya, volume kendaraan bermotor meningkat tajam daripada hari biasa.

Lonjakan Arus

Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo mencatat lonjakan volume kendaraan bermotor terjadi di Bundaran Kartasura pada Selasa (4/5/2021). Jumlah kendaraan bermotor yang kemungkinan membawa orang mudik melewati Bundaran Kartasura sebanyak 46.739 unit. Kondisi serupa terjadi di Bulakrejo yakni sebanyak 43.963 unit.

"Jumlah kendaraan bermotor yang melewati Bundaran Kartasura pada hari biasa 40.512 unit sedangkan Bulakrejo sekitar 39.731 unit. Artinya, volume kendaraan bermotor yang melewati pintu gerbang wilayah meningkat tajam sebelum kebijakan larangan mudik diterapkan," kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Sukoharjo, Ahmad Saryono, di kantornya, Rabu (5/5/2021).

Sebagian besar kendaraan bermotor yang melewati kedua lokasi tersebut adalah sepeda motor dan mobil pribadi, yakni lebih dari 60 persen. Sementara, kendaraan bermotor lainnya seperti truk dan bus tak lebih dari 1 persen.

Bundaran Kartasura dan Simpang Empat Kartasura merupakan pintu gerbang masuk ke Sukoharjo. Arus lalu lintas dari arah Semarang dan Jogja bertemu di Bundaran Kartasura.

Sedangkan, arus lalu lintas di Simpang Empat Bulakrejo menuju Kota Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri.

"Fenomena orang mudik lebih dini dilakukan perantau agar bisa segera tiba di kampung halaman sebelum penerapan larangan mudik," ujar dia.

Ahmad memprediksi volume kendaraan bermotor terutama yang melewati Bundaran Kartasura tetap tinggi menjelang Lebaran. Para perantau di Soloraya diperkirakan pulang ke kampung halaman pada beberapa hari menjelang Lebaran.

"Misalnya, perantau asal Solo yang pulang ke Sukoharjo atau Wonogiri. Jaraknya cukup dekat antara 30 menit hingga dua jam," papar dia.

Pantau Kasus

Di perbatasan Jateng dan Jawa Timur (Jatim), pos penyekatan di kawasan Cemara Kandang beroperasi 24 jam. Polres Karanganyar menyiapkan delapan pos pengamanan, yaitu empat pos di pintu keluar tol Karanganyar, dua pos pelayanan, satu pos penyekatan, dan satu pos terpadu, untuk mengantisipasi datangnya orang mudik.

“Semua pos beroperasi 24 jam. Aktif. Sudah dibagi per sif selama 24 jam ful. Termasuk pos penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di Cemara Kandang,” kata Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, kepada wartawan seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi di Mapolres Karanganyar, Rabu (5/5/2021).

Selain fokus penyekatan pemudik di wilayah perbatasan, polisi juga gencar melaksanakan PPKM mikro. Fokus dari PPKM mikro adalah menangani orang yang telanjur datang ke Karanganyar sebelum pemberlakuan larangan mudik.

“Mereka yang datang duluan di tingkat RT sudah ada petugas. Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT/RW, dan lain-lain. Ini mengefektifkan PPKM mikro di tingkat RT. Kalau ada warga datang kan dicatat, diawasi, dan dikarantina, lalu dilakukan tes swab antigen,” ujar dia.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwati, menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyiapkan 500 unit hingga 1.000 unit alat tes usap antigen di pos penyekatan pemudik Cemara Kandang. Petugas akan menggunakan alat tersebut untuk mengecek pemudik yang nekat melintas wilayah perbatasan selama Operasi Ketupat Candi.

Harus Sejalan

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah harus sejalan dalam pelarangan mudik. Dia menegaskan keputusan pemerintah melarang orang untuk mudik adalah keputusan yang tepat.

“Keputusan ini bukan hanya tepat, tetapi sangat tepat. Berkaca pada perjalanan sudah setahun lebih menghadapi Covid-19, setiap libur panjang pasti akan diikuti dengan kenaikan kasus aktif dan juga akan diikuti dengan bertambahnya angka kematian,” kata Doni dalam Dialog Kominfo, Rabu (5/5/2021).

Dia menjabarkan, dari Lebaran 2020, lalu liburan pada Agustus, Natal dan tahun baru, angka kenaikan kasus kematian mencapai antara 46 persen-75 persen. Kemudian, untuk kasus aktif, kenaikannya sekitar 70 persen hingga 119 persen. Bertambahnya jumlah kasus berbanding lurus dengan bertambahnya pasien di rumah sakit, ruang perawatan ICU, dan isolasi, lebih dari 80 persen.

Bahkan, pada Januari lalu, keterisian rumah sakit di beberapa provinsi telah mencapai lebih dari 100 persen, sehingga pasien harus mendapat perawatan di luar provinsi. Angka kematian harian juga sangat tinggi lebih dari 250 kematian per hari, termasuk dari kalangan dokter dan perawat.

Oleh karena itu, Doni berharap seluruh pihak membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat setiap saat.

“Enggak apa-apa hari ini kita lelah, kita dianggap cerewet, daripada korban Covid-19 berderet. Karena masyarakat yang ingin nekat mudik pun masih ada 7 persen, dari 270 juta penduduk kita sangat besar 18,9 juta. Tugas kita adalah mengurangi angka ini sekecil mungkin,” imbuh Doni.

Doni mengimbau seluruh pihak baik pemerintah pusat, daerah, dan desa/kelurahan agar bekerja keras mengingatkan setiap orang agar tidak mudik.

“Mari bersabar menahan diri, karena kalau ini kita biarkan, sangat pasti terjadi penularan oleh mereka yang datang dari luar di kampung halaman. Di setiap daerah belum tentu memiliki rumah sakit yang memadai, belum tentu ada dokter yang merawat, akibatnya mereka yang terpapar Covid-19 bisa menjadi fatal bisa mengakibatkan kematian,” ungkap Doni.