Neymar Rela Mati di Lapangan Demi Bawa PSG Bangkit Kalahkan Manchester City

UNIKOLOGI.COM - Paris Saint-Germain memiliki tugas sulit jelang lawatan ke Stadion Etihad untuk laga leg kedua babak semifinal Liga Champions melawan Manchester City, namun Neymar menjanjikan bahwa timnya akan berjuang keras untuk membalikkan keadaan.

Neymar mengatakan dia akan melakukan apa saja untuk membantu Paris Saint-Germain mengalahkan Manchester City dalam duel leg kedua semifinal Liga Champions pada Rabu (5/5) dini hari WIB, bahkan jika itu berarti dia harus mati di lapangan.

Juara Prancis harus menelan pil pahit selama leg pertama di Parc des Princes karena dipaksa menderita kekalahan 1-2 melawan calon kampiun Premier League yang berarti pasukan Mauricio Pochettino harus keluar menyerang untuk mencari kemenangan di Stadion Etihad.

Tentu saja bukan tugas mudah mengalahkan pasukan Pep Guardiola karena mereka merupakan satu-satunya tim yang belum terkalahkan di pertandingan Liga Champions musim ini sejak fase grup, bahkan memenangkan semua kecuali satu laga imbang melawan FC Porto di matchday kelima babak penyisihan grup.

Tapi Neymar masih optimistis Paris Saint-Germain bisa mencapai final kedua berturut-turut, dan berjanji untuk melakukan segalanya demi bisa mengalahkan Manchester City di Stadion Etihad, bahkan jika dia harus mati di atas lapangan untuk mewujudkannya.

Berbicara setelah mencetak gol dalam kemenangan 2-1 PSG melawan Lens di Ligue 1, bintang Brasil senilai Rp 3,9 Trilyun itu mengatakan, “Hal pertama yang harus dilakukan sekarang adalah beristirahat dan kemudian benar-benar fokus kembali pada Liga Champions. Kami mengalami leg pertama yang sangat sulit melawan Manchester City, tetapi kami harus percaya bahwa kami masih punya peluang untuk menang."

"Saya pikir setiap orang Paris harus percaya pada kami! Saya di garis depan, dan saya akan menjadi pejuang pertama yang bertarung untuk tim. Saya akan memberikan yang terbaik dari diri saya dan saya akan melakukan apa pun untuk membalikkan kedudukan, apa pun yang terjadi, bahkan jika saya harus mati di lapangan."