Juru bicara Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), Nining Elitos, menyampaikan orasi dari atas mobil komando dalam rangka May Day 20201 di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Mei 2020. TEMPO/M Yusuf Manurung
Dalam aksi demo Hari Buruh pada Sabtu, 1 Mei kemarin, terjadi serangkaian penangkapan yang dilakukan oleh polisi.

Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan polisi bakal memberikan keterangan resmi terkait penangkapan sejumlah demonstran dalam aksi demo memperingati Hari Buruh pada Sabtu, 1 Mei kemarin.

"Besok akan kami ekspos di Polda. Sekarang saya sedang bersama keluarga," kata Yusri saat dihubungi, Ahad, 2 Mei 2021.

Yusri Yunus belum mau menjelaskan total orang yang ditangkap saat unjuk rasa kemarin.
Selain itu, Yusri juga belum bisa memberikan keterangan terkait ada pendemo yang ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. "Besok datang ke Polda akan kami ekspos," ucapnya.

Sebelumnya, Yusri mengatakan petugas menangkap 22 orang yang diduga anggota kelompok Anarko dalam demo buruh di Jakarta. Yusri mengatakan mereka ditangkap di sekitar kantor perwakilan International Labour Organization (ILO) Indonesia di Jakarta Pusat. Tak jauh dari lokasi itu, buruh unjuk rasa di Patung Kuda Arjuna Wijaya. "Diduga ingin membuat kerusuhan," kata Yusri.

Selain para terduga Anarko, polisi juga menangkap puluhan mahasiswa dan buruh di depan gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh kemarin.
Menurut Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hengki Haryadi, mereka bukan ditangkap tapi hanya diamankan. "Nanti setelah acara demo Hari Buruh selesai, dipulangkan," kata Hengki.

IMAM HAMDI | JULNIS FIRMANSYAH