KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha berharap ekspor Indoensia ke Pakistan bisa beragam.

Hal itu menyambut diperluasnya perjanjian kerja sama dagang kedua negara. Sebelumnya Indonesia dam Pakistan telah memiliki perjanjian dagang dalam bentuk perjanjian dagang preferensial (PTA).

Saat ini kedua negara tengah berunding mengenai perluasan kerja sama tersebut. Minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) masih mendominasi ekspor Indonesia ke Pakistan.

"Perluasan IP-PTA, kami harap struktur ekspor ini bisa lebih terdiversifikasi," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (2/5).

Shinta menyebut saat ini ekspor CPO mendominasi hingga 70% ekpsor Indonesia. Diharapkan ke depan dapat mendorong produk dengan nilai tambah.

Antara lain seperti produk permesinan, produk elektronik rumah tangga, besi-baja, produk kimia dan plastik. Komoditas tersebut dinilai masih memiliki potensi ekspor ke Pakistan.

"Ekspor kita ke Pakistan pun lebih maksimal, bisa lebih stabil dan tidak rentan terkena isu non-tarif di masa mendatang," terang Shinta.

Shunta menyebut potensi tersebut masih dapat dikembangkan. Perluasan IP-PTA diyakini akan mampu meningkatkan kinerja ekspor dan penerimaan negara dari surplus dagang bisa lebih baik.

Selanjutnya: GPEI dorong perluasan non tarif bagi produk CPO dalam IP-TIGA