Peringatan Hardiknas, antara Konsep Program Pendidikan Indonesia Saat Ini dan Ki Hajar Dewantara
Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas diperingati setiap 2 Mei. Seperti tahun lalu, tahun ini Hardiknas juga masih diperingati di tengah situasi pandemi Covid-19.

Dalam rangka memperingati Hardiknas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 27664/MPK.A/TU.02.03/2021 menyampaikan sejumlah imbauan.

Pertama, Kemdikbud akan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka namun dalam jumlah terbatas juga minimalis dan dengan protokol kesehatan. Upacara tersebut diadakan pada Minggu (2/4/2021) pukul 08.00 WIB.

Segenap instansi dan satuan pendidik, baik di pusat, luar negeri, maupun daerah diperkenankan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 dengan ketentuan serupa dan apabila berada di zona kuning atau hijau.

Untuk instansi dan satuan pendidikan yang ada di zona merah atau oranye diimbau untuk mengikuti upacara peringatan dengan cara daring melalui kanal YouTube Kemendikbud RI atau saluran TB Edukasi dari rumah masing-masing.

Tema Hardiknas, Merdeka Belajar

Tema Hardiknas 2021 kali ini adalah “Serantak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”. Merdeka Belajar merupakan tema besar dari kebijakan pendidikan yang diangkat oleh Menteri Nadiem Makarim sejak ditunjuk menjadi Mendikbud oleh Presiden Jokowi pada Oktober 2020.

Dalam konsep Merdeka Balajar, terdapat 4 program, yakni:

1. Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai uji kompetensi siswa yang bisa dilakukan dengan cara ujian tertulis maupun penilaian lain yang lebih komprehensif.

2. Penghapusan Ujian Nasional (UN) 2021 dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimun dan Suvei Karakter.

3. Menyedehanakan atau memangkas sejumlah komponen Renccana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

4. Peraturan PPDB Zonasi digunakan dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Sejarah Hardiknas

KI HAJAR DEWANTARA
KI HAJAR DEWANTARA

Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. (TWITTER)

Penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional diambil dari hari kelahiran Tokoh Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara.

Salah satu peninggalan yang terkenal dari tokoh asal Yogyakarta tersebut adalah semboyannya yang berbunyi, “Ing ngarsa sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani”.

Semboyan itu memiliki arti, “Di depan (guru) harus memberi contoh yang baik, di tenga-tengah (muridnya) harus menciptakan ide dan prakarsa, dan di belakang harus bisa memberi dorongan serta arahan”.

Semboyan tersebut hingga saat ini masih digunakan dalam sistem Pendidikan di Tanah Air yang disebut “Tut wuri handayani” yang dituliskan dalam logo Kemendikbud.

Tak hanya meninggalkan semboyan yang begitu abadi, sepanjang hidupnya Ki Hajar Dewantara juga memperjuangkan hak belajar kaum pribumi di masa penjajahan Belanda dengan mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta.