Rizky Febian alias Iki telah melaporkan ayah tirinya, Teddy Pardiyana, terkait penguasaan aset miliknya. Meski telah berjanji akan mengembalikan, Teddy terus ingkar janji. Tak tinggal diam, putra Sule itu akhirnya mengambil langkah hukum.

Laporan Iki kini memasuki babak baru. Teddy rupanya telah diperiksa di Polda Jawa Barat terkait laporan dugaan penggelapan yang dilaporkan Iki. Diakui Teddy, pemeriksaan itu tidak berlangsung lama. Pihak kepolisian hanya melakukan cek rekening miliknya.

"Ya sudah (diperiksa) sama lawyer kemarin. Tanggal berapa ya? Enggak tahu lupa," kata Teddy pada suara.com. "Enggak (berjam-jam) itu, cuma buku rekening."

Teddy mengaku kooperatif agar kasusnya segera selesai. Suami mendiang Lina Jubaedah ini pun berani menjamin tidak mengada-ngada dalam pemeriksaan tersebut.

Namun atas tudingan memegang aset Iki, Teddy seketika berdalih. Soal masalah harta Iki yang diberikan untuk Lina, Teddy mengaku tidak ada hubungan.

"Sudah beres, enggak ada yang dimanipulatif," lanjut Teddy. "Asetnya ada di saya? Memangnya Iky nitipin aset ke saya?"

"Itu berarti prosesnya kemarin," tambah Teddy. "Berhubungan dengan almarhumah, bukan ke saya."

Di sisi lain, Teddy yakin betul jika dirinya tidak bersalah. Ia optimis kasus ini bisa selesai dengan baik.

"Sertifikat kosan sudah dicek polisi. Nanti tinggal polisi yang menentukan," tandas Teddy. "Kalau ini bakalan beres. Karena bukti kita komplit."

Diketahui ada 12 aset milik Iki dan sang adik, Putri Delina, yang kabarnya belum dikembalikan Teddy. Sebanyak 12 aset antara lain adalah rumah di Panyawangan, sertifikat ruko di Panyawangan, rumah kos 32 kamar di Bojongsoang dan uang penjualan rumah di Villa Bandung Indah senilai Rp1,5 miliar.

Ada pula uang penjualan mobil Rp120 juta, tanah yang dibeli dari uang Rizky Febian atau ibunya, Lina, di Banjaran, Ciamis. Selain itu toko material di Banjaran, Majalaya, tanah di Pangalengan, usaha grosir di Arjasari, Kabupaten Bandung, dan perhiasan senilai Rp2 miliar juga menjadi aset yang diminta Iki.