Polteknik KP Jembrana Tingkatkan Layanan ke Pengguna
Direktur Politeknik KP Jembrana juga menguraikan, beberapa rencana kegiatan untuk merelisasi kegiatan Pembinaan Kampung Vanamei, sebagai bentuk kegiatan pengabd

NEGARA, Radar Jembrana- Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), di antaranya; melalui Peningkatan Produksi Budidaya Udang Vanamei (Litopenaeus Vannamei), dan Penumbuhan Kampung-Kampung Perikanan, sebagai bagian pembinaan Desa Mitra bagi perguruan tinggi (PT) lingkup KKP.

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) melalui Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana mengaktualisasi program dimaksud. Yakni, dengan optimalisasi peran Teaching Factory (Tefa) sebagai unit produksi penghasil PNBP, serta meningkatkan layanan kepada pengguna (taruna/mahasiswa), melalui: 1).Penerapan Teknologi Budidaya Udang Sistem Empang Plastik (Busmetik); 2).Pemanfaatan lahan kurang produktif melalui pendanaan LPMUKP bekerja sama dengan koperasi, 3).Pembangunan Tefa Budidaya untuk pembenihan ikan multi-species, dan 4).Pengembangan Kampung Vanamei melalui Pembinaan Desa Mitra.

Implementasikannya, pada Sabtu (1/5), di Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana, diselenggarakan: 1).Panen udang Vanamei pada Tefa Budidaya Teknologi Budidaya Udang Busmetik seluas 3.200 M2. Dengan target panen total kurang lebih 11-12 ton, 2). Penebaran perdana benih Udang Vanamei pada Tefa Budidaya tambak udang Vanamei Kerja Sama Koperasi Pegawai (Cahaya Mina PKPJ) dengan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) seluas 5.400 M2 dengan padat tebar 135 ekor/M2, 3).Peletakan batu pertama Pembangunan Tefa Budidaya untuk pengembangan dan produksi benih ikan multi-species seluas 900 M2, oleh Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Kapusdik KP) Dr. Bambang Suprakto, A.Pi., S.Pi., MT, mewakili Kepala Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Prof Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph.D, FRINA, dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, ST., MT, 4).Penetapan dan launching lokasi Desa Mitra Pembinaan Kampung Vanamei di Banjar Awen, Kelurahan Lelateng, dan Banjar Kombanding, Desa Pengambengan, Jembrana, serta 5).Pernyataan dukungan terhadap disertakannya Model Pengelolaan Aset Negara Politeknik KP Jembrana oleh Kanwil DJKN Wilayah Bali dan NTB dalam kegiatan Kompetisi Inovasi Nasional (KOIN) Tahun 2021.

Pada rangkaian kegiatan ini, hadir unsur pejabat Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Bali (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali I Made Sudarsana), pejabat Kabupaten Jembrana Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan I Made Dwi Maharimbawan, Kepala Bappeda, Perwakilan LPMUKP di Bali, Kepala UPT KKP Pusat di Provinsi Bali, penyuluh perikanan, perwakilan pembudidaya binaan, mitra dunia usaha dan industri PT. Suri Tani Pemuka, serta Forkopimca Kecamatan Negara.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan Politeknik KP Jembrana dapat meningkatkan pundi-pundi PNBP. Peningkatan sumber PNBP ini, diharapkan mampu mendorong Politeknik KP Jembrana sebagai UPT Pendidikan dengan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).

’’Dengan status PK BLU, maka Politeknik KP Jembrana dapat melakukan pengelolaan keuangan secara mandiri, dengan tetap berpedoman pada pengelolaan keuangan APBN. Diharapkan  pula bahwa, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan layanan kepada pengguna (taruna),’’ kata Direktur Politeknik KP Jembrana IGP Gede Rumayasa Yudana.

Menurutnya, pembangunan Tefa Budidaya juga untuk pembenihan ikan multi-species. Diharapkan juga, mampu meningkatkan setoran PNBP, dan ketrampilan teknis taruna, serta kemampuan berwirausaha taruna. Dengan kompetensi lulusan yang demikian, diharapkan, setiap tahun akan selalu ada peningkatan lulusan Politeknik KP Jembrana yang berhasil sebagai start up wirausaha muda.

Direktur Politeknik KP Jembrana juga menguraikan, beberapa rencana kegiatan untuk merelisasi kegiatan Pembinaan Kampung Vanamei, sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam paparannya, setelah 4 sampai 5 tahun dibina, maka Banjar Awen dan Banjar Kombanding sudah layak dikatakan sebagai Kampung Vanamei Mandiri.