Sandi Singgah ke Masjid Rahmatullah Aceh: Saksi Bisu Tsunami, Jadi Wisata Religi
Menparekraf Sandiaga Uno singgah ke Masjid Rahmatullah, Aceh, Minggu (2/5). Foto: Dok. Kemenparekraf

Menparekraf Sandiaga Uno singgah ke Masjid Rahmatullah di Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (2/5). Sandi ingin melihat kemegahan masjid yang selamat dari terjangan tsunami pada 26 Desember 2004 silam.

Walau kejadian yang meluluhlantakan seluruh wilayah Aceh Besar itu terjadi hampir dua dekade silam, struktur bangunan Masjid Rahmatullah masih asli. Sebagian area bangunan masjid yang rusak akibat terjangan ombak hingga kini dibiarkan pihak pengelola.

Pilar-pilar masjid yang roboh serta reruntuhan di area dalam masjid diberi pagar kaca sebagai pembatas. Tujuannya agar reruntuhan dapat menjadi pengingat atas dahsyatnya tsunami yang menewaskan lebih dari 230.000 orang itu.

Sandi Singgah ke Masjid Rahmatullah Aceh: Saksi Bisu Tsunami, Jadi Wisata Religi (1)
Menparekraf Sandiaga Uno singgah ke Masjid Rahmatullah, Aceh, Minggu (2/5). Foto: Dok. Kemenparekraf

"Hari ini kita melihat Masjid Rahmatullah yang merupakan saksi dari kebesaran Allah, Allah betul-betul mendatangkan kekuatan di tengah tsunami Aceh 26 Desember 2004, di mana meluluhlantakan seluruh Desa Lampuuk ini, Masjid Rahmatullah ini tetap kokoh berdiri," ungkap Sandi.

"Dan saya baru saja melakukan research, bahwa ini salah satu yang disebut sebagai wisata berbasis sejarah, wisata religi yang masuk ke dalam konsep wisata yang mengingatkan kita kepada kebesaran Allah," tambahnya.

Berdasarkan jurnal pada kuartal pertama index focus tourism, pariwisata religi, khususnya destinasi wisata yang berkaitan dengan sesuatu kejadian luar biasa, menempati ranking pertama.

Sehingga, Sandi meyakini, Masjid Rahmatullah menyimpan potensi wisata yang sangat luar biasa untuk dikembangkan.

Sandi Singgah ke Masjid Rahmatullah Aceh: Saksi Bisu Tsunami, Jadi Wisata Religi (2)
Menparekraf Sandiaga Uno singgah ke Masjid Rahmatullah, Aceh, Minggu (2/5). Foto: Dok. Kemenparekraf

Terkait hal tersebut, Kemenparekraf bersama-sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Aceh akan merangkul seluruh sejarah.

Tujuannya agar seluruh kisah, sejarah serta kesaksian hidup para saksi mata seperti seorang marbot masjid bernama Umar tidak terlupakan.

"Jangan sampai kita melupakan tsunami Aceh 2004," imbuhnya.

Sandi mengaku akan mengkaji Destination Management Organization (DMO) untuk meningkatkan kualitas wisata di Masjid Rahmatullah.

Begitu juga soal isu tourism disaster and crisis management (manajemen krisis pariwisata) dalam meminimalisir kerugian akibat bencana alam.

"Saya rasa memang ini potensi yang sangat luar biasa di Lampuuk ini, dan tadi kita sempat berdiskusi, setiap tahun memang diperingati (tsunami), dan tahun 2021 ini seiring dengan menurunnya covid-19, saya mengusulkan kepada Pak Kadis untuk kita gagas persiapannya agar semakin tahun bisa menjadi potensi pariwisata dan kita menuju ke 20 tahun peringatan tsunami ini," jelas Sandi.

"Jadi sebagai potensi tentunya, pengingat kita, daya tarik destinasi wisata religi, berbasis sejarah yang kita harapkan nanti dapat membuka peluang untuk kepulihan pariwisata kita dan kebangkitan ekonomi kita," tutupnya.