Presiden Joko Widodo berbincang dengan tenaga kesehatan saat meninjau proses vaksinasi Covid-19 di Puri Ubud, Gianyar, Bali, Selasa, 16 Maret 2021. Pemerintah pusat akan membuka dan membangkitkan pariwisata Bali dengan menggiatkan vaksinasi masal bagi masyarakat, tokoh agama dan pekerja wisata di tiga wilayah prioritas yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua guna menjadikan kawasan tersebut zona hijau atau bebas Covid-19. ANTARA/Fikri Yusuf
Jokowi mengingatkan agar seluruh pihak tak lekas berpuas diri dan bereuforia karena kasus Covid-19 mulai melandai.

UNIKOLOGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan agar seluruh pihak tak lekas berpuas diri dan bereuforia karena kasus Covid-19 mulai melandai. Tercatat saat ini jumlah kasus aktif di Indonesia semakin menurun di angka 100 ribuan. Tren kesembuhan pasien Covid-19 juga diketahui semakin meningkat seiring penurunan kasus harian.

"Jangan merasa sudah aman. Belum! Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan dan sangat bergantung dengan kedisiplinan kita semua dalam menjalankan protokol kesehatan," kata Presiden dalam keterangan video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Ahad, 2 Mei 2021.

Seluruh masyarakat yang berada di zona merah, oranye, kuning, hijau juga masyarakat yang telah divaksin, maupun yang belum menerima suntikan dosis vaksin Covid-19 diminta tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ancaman penularan dan penyebaran pandemi Covid-19, kata dia, masih ada.

"Kita harus tetap benar-benar waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid-19," ujarnya.

Kepala negara menyebut perkembangan positif dari penanganan pandemi Covid-19 tampak berimbas pada mulai bergeraknya aktivitas perekonomian di daerah. Momentum pemulihan ini, kata Jokowi, merupakan hal yang harus dijaga dan dipertahankan bersama-sama dengan cara meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

"Saya minta kepada gubernur, bupati, hingga wali kota terus mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan bersinergi dengan pemerintah pusat, dengan melarang mudik warganya pada Lebaran tahun ini," tuturnya.

Mengakhiri pernyataan, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas nomor satu pemerintah. Oleh karena itu, ketaatan terhadap protokol kesehatan yang disertai dengan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran Covid-19 harus tetap terjaga. "Bersama-sama insyaallah kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini," ujar Jokowi.