Internet of Thing (IoT), Apa sih ??
3 min read

Internet of Thing (IoT), Apa sih ??

Internet of Thing (IoT), Apa sih ??

Hai teman - teman, adakah dari kalian yang baru denger, baca atau kenal istilah IoT ( Internet of Thing ) ? Sama seperti aku sih, heheheh... Untungnya aku punya mentornya yang langsung bisa tanya - tanya.

Hadirnya Internet, merubah sekaligus melengkapi wajah dunia. Internet mulai dikenal sejak tahun 90an , sehingga dikenal dengan perubahan Revolusi Industri 4.0. Industri 4.0 merupakan jenis industri yang menggabungkan teknologi cyber atau internet dengan teknologi otomatisasi. Tren otomatisasi serta pertukaran data ini merupakan tren yang terjadi pada sebuah teknologi manufaktur. Nah,hal tersebut termasuk system Internet of Things. Saat ini, tidak ada satu pun Negara di seluruh dunia yang belum mengenal teknologi internet. Semuanya telah mendapatkan efek yang luar biasa dari berkembangnya internet.

Internet of Thing merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektroniPk, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif. Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet.

Cara kerja IoT yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.

Ada beberapa metode yang digunakan untuk pengenalan teknologi IoT ini yaitu dari penggunaan Kode batang (Barcode) , Kode QR (Quick Response Code) dan Identifikasi Refensi Radio (RFID) yang tujuan penggunaanya adalah untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah,cepat dan efisien kita juga bisa mendeteksi pengguna dimanapun ia berada. Sebagai contoh barcode yang tertera pada sebuah produk. Dengan barcode tersebut, bisa dilihat produk mana yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang diminati. Selain itu dengan barcode kita juga bisa memprediksi produk yang stoknya harus ditambah atau dikurangi. Dengan barcode kita tak perlu susah – susah menghitung produk secara manual.  

Untuk lebih memahami apa itu Intenet of Thing, ada beberapa penerapan dalam berbagai sektor yang bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari hari.

1. Penerapan Iot dalam bidang Pendidikan, tahun 2020 untuk sementara diberlakukannya sistem pendidikan jarak jauh karena pandemi, nah hal ini juga merubah tatanan pendidikan yang tidak biasa. E- learning mulai dikenal, Sistem e-learning merupakan suatu sistem yang memanfaatkan teknologi informasi serta infrastruktur internet dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran disusun dengan tujuan agar  siswa dapat mengakses dan memahami suatu topik atau materi.

2. Penerapan Iot dalam bidang Transportasi. Salah satu aplikasi dari IoT pada kendaraan pribadi adalah autonomous car atau yang sering juga disebut sebagai mobil tanpa pengendara. Mobil tersebut dapat mengenali lingkungan sekitarnya dan berjalan tanpa dikendalikan oleh manusia. Mobil dapat mencari sendiri rute perjalanan ke tempat yang akan dituju. Dalam perjalanan pun, mobil dapat mengenali lingkungan sekitarnya dan merasakan kehadiran kendaraan lain. Mobil dapat mengatur kecepatan sesuai dengan keadaan jalan dan dapat menyesuaikan dengan jalur pada jalan raya. Setelah sampai di tempat tujuan, mobil dapat mencari sendiri tempat parkir yang tersedia dan memarkirkan dirinya sendiri. Pengguna dapat memanggil mobil tersebut hanya dengan bantuan smart phone. Mobil akan segera meluncur ke tempat tujuan.

3. Penerapan Iot dalam bidang Pertanian. Pengaplikasian IoT pada bidang pertanian adalah pada pengumpulan data suhu, data tentang curah hujan, kelembaban, hama, kecepatan angin, maupun muatan tanah . Data-data tadi digunakan sebagai membantu cara pengoptimalisasian teknik pertanian, selain itu juga dapat digunakan dalam mengambil sebuah keputusan, berdasarkan informasi yang telah terkumpul. Contohnya kini para petani sudah dapat memantau suhu serta kelembaban tanah tanpa perlu repot dan bisa memantaunya dari jauh, semua ini berkat internet of things pada sektor pertanian.

4. Penerapan Iot dalam bidang Industri. Salah satunya adalah industri retail yang memanfaatkan IoT untuk mendukung bisnisnya, mulai dari memantau stok, memonitor mesin distribusi, sampai menyelesaikan masalah pelanggan. Pemanfaatan IoT ini juga bukan cuma terkait stok. Sensor IoT yang ada juga dapat memonitor kondisi mesin, termasuk mendapatkan peringatan jika terjadi masalah.  Beberapa mesin yang mereka miliki saat ini juga memiliki terminal POS (Point of Sales), yang memungkinkan mesin-mesin ini mengenali pelanggan yang sering berbelanja di mesin tersebut.

5. Penerapan Iot dalam bidang Farmasi. Asosiasi IoT Indonesia menilai . IoT di farmasi merupakan bagian dari  implementasi perangkat IoT di Industri Kesehatan yang diperkirakan pada 2022 mencapai 68 juta sensor yang beredar. Implementasi IoT telah masuk pada sistem pemesanan obat, sekarang kita dapat menggunakan aplikasi di gadget untuk pemesanan obat dari rumah dan dapat diantarkan langsung ke rumah.

Semakin berkembangnya teknologi Internet dan kemampuan setiap orang yang cenderung semakin tertarik akan kemudahan dan kecanggihan, tentunya akan membuat semakin kreatif sehingga ke depan akan ada teknologi - teknologi canggih yang bisa kita gunakan dalam berbagai sektor dan semua aktifitas penunjang manusia. Hal itu akan semakin memudahkan pekerjaan manusia dan meminimal tingkat kesulitan dalam bekerja.