Sejumlah kendaraan melaju di Tol Jakarta-Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Sejumlah kendaraan melaju di Tol Jakarta-Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengklaim penyekatan kendaraan dalam rangka larangan mudik Lebaran mampu menekan jumlah kendaraan dari Jakarta ke arah Jawa. Penyekatan larangan mudik itu dimulai pada Kamis (6/5).

"Di Gerbang Tol Cikampek Utama hanya 8.732 kendaraan, situasi normal jumlahnya 19.338 kendaraan. Adanya penyekatan turun 53 persen," kata Argo dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Sementara itu, kendaraan yang mengarah ke Jawa Barat melalui gerbang Tol Kaliurip Utama juga mengalami penurunan sebesar 46 persen. Tercatat, ada 10.629 kendaraan yang melintas dibandingkan situasi normal yang biasa mencapai 19.827.

Argo mengatakan penurunan tak hanya terjadi pada kendaraan yang mengarah ke Jawa Barat saja. Argo menyebut penurunan jumlah kendaraan juga terjadi ke arah Sumatera.

"Ada sebanyak 12.044 kendaraan, normalnya 14.853 kendaraan, turun 19 persen," ucap Argo.

Polri menyiapkan 381 pos penyekatan yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera hingga Bali. Selain itu, sebanyak 155 ribu personel gabungan diterjunkan di berbagai daerah dan ditempatkan di pos penyekatan.

Namun pada hari kedua larangan mudik, tak ada lagi penyekatan di Gerbang Tol Bekasi Barat. Kendaraan yang melintas menuju arah Cikampek bebas masuk tol.

Pantauan SIAPGRAK.COM, sejak pukul 08.30 hingga pukul 09.45 WIB, petugas tampak hanya berjaga di posko yang didirikan. Selain itu, ada juga petugas yang berjaga di pinggir jalan raya, namun tak ada kendaraan yang dihentikan seperti hari sebelumnya.

Langkah penyekatan berkenaan dengan sikap pemerintah yang memberlakukan larangan mudik lebaran sepanjang 6-17 Mei. Larangan mudik diterbitkan guna mencegah lonjakan kasus positif virus corona di tanah air.

Adapun rincian titik yang disiapkan di masing-masing provinsi ialah, Polda Sumsel (10 titik), Polda Lampung (9 titik), Polda Banten (16 titik), Polda Metro Jaya (14 titik).

Kemudian, Polda Jawa Barat (158 titik), Polda Jawa Tengah (85 titik), Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (10 titik), Polda Jawa Timur (74 titik), dan Polda Bali (5 titik).