Setahun Pandemi, Pemilik Homestay Sebut Tamu Masih Sepi
BADUNG, BALI EXPRESS – Setahun lebih pandemi Covid-19 mewabah di Bali, salah satu pemilik homestay, Nyoman Kedi, belum mencatat adanya peningkatan kunjungan. La

BADUNG, BALI EXPRESS – Setahun lebih pandemi Covid-19 mewabah di Bali, salah satu pemilik homestay, Nyoman Kedi, belum mencatat adanya peningkatan kunjungan. Lantaran penerbangan internasional belum dibuka, sehingga tempatnya, Homestay Janji Inn yang berlokasi di Jalan Bunut Sari, Legian, Badung, yang sedari dulu memang menyasar turis mancanegara, masih sepi pengunjung.

Nyoman Kedi mengungkapkan, penurunan kunjungan sudah mulai dirasakannya dari awal pandemi Covid-19 yakni sekitar Maret dan April 2020. “Sudah mulai corona itu, sekitar Maret atau April sudah tidak ada tamu. Padahal sebelum Covid-19 banyak tamu kami yang dulu booking kamar dan ingin tinggal lama di Bali. Tapi karena situasinya sudah begitu, ternyata tamunya tidak bisa ke sini. Makanya kami pusing,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (2/5).

Umumnya, Nyoman Kedi mengatakan, tamu yang menginap di homestaynya mulai dari harian, bulanan, bahkan tahunan. “Biasanya harian, ada bulanan, ada tahunan juga, tapi rata-rata bulanan,” katanya.

Sedangkan untuk tamu yang menginap, dirinya menyebut, dominan berasal daei Australia, Prancis dan Spanyol. “Tamunya rata-rata dari Australia, Prancis, Spanyol, lokal juga ada. Tapi lebih banyak yang lokal itu kekasih dari si bule yang ikut menginap di sini,” terangnya.

Penginapannya telah berdiri dari tahun 1980-an. Hingga saat ini, penginapan tersebut telah memiliki sekitar 20 kamar. Dengan fasilitas seperti kolam renang, WIFI, dilengkapi AC, kulkas dan TV. “Homestay ini sudah lama (berdirinya). Kamarnya tidak banya, hanya sekitar 20 kamar dengan beberapa fasilitas,” katanya.

Namun, untuk saat ini, tamu yang tersisa di tempatnya hanya enam orang. Yang mana, keenam tamu tersebut merupakan penginap yang tidak bisa kembali ke tempat asalnya. “Ada tamu yang dulu tidak bisa pulang. Sekarang tinggal enam tamu yang tidak bisa pulang. (Mereka) tetap stay di sini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nyoman Kedi berharap pintu pariwisata di Bali segera dibuka. Sehingga ekonomi masyarakat Bali kembali menggeliat. “Saya berharap semoga Covid-19 segera berlalu. Agar kehidupan bisa normal kembali,” imbuhnya.(ika)