Ilustrasi penembakan. (Pexels/Skitterphoto)

JAKARTA - Seorang gadis kelas enam menarik pistol dari ransel dan mengumbar tembakan di sekolahnya yang terletak di timur Idaho, Amerika Serikat, Kamis 6 Mei waktu setempat.

Akibatnya, dua siswa dan seorang staf sekolah tersebut terkena tembakan dan menyebabkan luka, kendati tidak mengancam nyawa ketiganya.

Gadis itu dilucuti oleh seorang guru di Sekolah Menengah Rigby di Rigby, Idaho, yang berjarak sekitar 270 mil (435 km) timur Boise, dan ditahan sampai penegakan hukum tiba, kata Sheriff Jefferson County Steve Anderson.

"Dia menembakkan banyak peluru di dalam dan di luar sekolah. Kami tidak memiliki banyak detail mengapa. Itu sedang diselidiki," kata Anderson pada konferensi pers, seperti melansir Reuters, Jumat 7 Mei.

Sementara itu, Pengawas Distrik Sekolah Jefferson Chad Martin menuturkan, para siswa dipulangkan bersama orang tua mereka segera setelah penembakan. Dan, sekolah diliburkan pada Hari Jumat ini.

"Ini adalah mimpi buruk terburuk yang pernah dihadapi distrik sekolah mana pun. Kami mempersiapkannya dan kami tidak pernah benar-benar siap untuk itu," kata tukas Martin.

Beberapa lembaga penegak hukum terlibat dalam penyelidikan penembakan tersebut, yang terjadi tak lama setelah jam 9 pagi waktu setempat, kata Sheriff Anderson County Jefferson. Media lokal sebelumnya melaporkan bahwa seorang siswa laki-laki ditahan setelah penembakan itu.

Terpisah, Jaksa Penuntut Jefferson County Mark Taylor mengatakan tuduhan terhadap gadis itu dapat mencakup tiga tuduhan percobaan pembunuhan, bergantung pada hasil penyelidikan

"Tak satu pun dari luka tembak yang mengancam jiwa. Mereka bisa jauh lebih buruk," kata Lemon. "Kami merasa benar-benar diberkati," ungkap Direktur Trauma di Eastern Idaho Regional Medical Center Michael Lemon.

"Anggota staf sekolah itu dirawat dan diperbolehkan pulang. Sementara kedua siswa yang menjadi korban, menjalani rawat inap untuk observasi," imbuhnya.

Ada pun Gubernur Idaho Brad Little mengeluarkan pernyataan singkat tak lama setelah kejadian tersebut.

"Terima kasih kepada lembaga penegak hukum kami dan pimpinan sekolah atas upaya mereka dalam menanggapi insiden tersebut. Saya tetap update tentang situasinya," kata Little di Twitter.