SMA Pradita Dirgantara Siapkan Beasiswa untuk Anak Awak KRI Nanggala 402
SMA Pradita Dirgantara yang berada di Boyolali, Jawa Tengah (FOTO: Dok SMA PD)

BOYOLALI-SMA Pradita Dirgantara akan memberikan beasiswa kepada putra-putri dari awak kapal selam KRI Nanggala 402. Mereka menganggap pendidikan bagi anak-anak korban kecelakaan kapal selam itu menjadi tanggung jawab semua pihak.

"SMA Pradita Dirgantara merasa terpanggil untuk turut andil mengambil peran demi kemajuan negeri ini. Khususnya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul pada masa yang akan datang," kata Direktur Pengembangan SMA Pradita Dirgantara Dwi Yuliantoro dalam rilisnya yang diterima Bengawan News, Minggu (02/05/2021)

Selama ini SMA Pradita Dirgantara selalu memberikan beasiswa penuh kepada seluruh siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah unggulan itu. Untuk tahun ini, sekolah itu sebenarnya sudah selesai melakukan seleksi untuk siswa di tahun ajaran barunya.

Namun, SMA Pradita Dirgantara sengaja membuka kembali kuota beasiswa yang bisa digunakan khusus untuk putra-putri dari awak kapal selam KRI Nanggala 402. Menurut Dwi, pihaknya membuka kuota khusus ini sebagai bagian dari panggilan kebangsaan.

"Anak-anak tersebut memiliki hak untuk dapat melanjutkan pendidikannya tanpa adanya kendala apapun, termasuk dalam hal pembiayaan," katanya. Meski berada di bawah naungan TNI AU, Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) merasa bertanggung jawab atas kelangsungan pendidikan putra-putri KRI Nanggala 402.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara, Yulianto Hadi menyampaikan SMA Pradita Dirgantara ingin agar putra-putri kandung prajurit Nanggala 402 bisa meneruskan cita-cita dan pengabdian orang tuanya.

"Berdasarkan kebijakan dari Yayasan Ardhya Garini (Yasarini), kami ingin memastikan bahwa anak-anak ini bisa meneruskan cita-cita dan kelak menjadi pemimpin masa depan," katanya.

Untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut, keluarga awak kapal selam KRI Naggala 402 dapat membuka laman www.bit.ly/ppdbpandasus untuk melengkapi dokumen yang diperlukan dalam mengikuti proses seleksi penerimaan beasiswa melalui kuota khusus ini.

(Tara Wahyu)