Anies Baswedan hanya menjawab soal kepatuhan bermasker saat ditanya tentang protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang. Berbeda dengan temuan UNIKOLOGI.COM. Foto: Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA
Anies Baswedan hanya menjawab soal kepatuhan bermasker saat ditanya tentang protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang. Berbeda dengan temuan UNIKOLOGI.COM. Foto: Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya menyoroti penggunaan masker dalam penerapan protokol kesehatan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurutnya penggunaan masker merupakan hal terpenting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Sementara masalah jaga jarak, transaksi tunai yang berisiko terhadap penularan covid-19 dan lain-lain belum disinggung.

"Yang pertama adalah masker, kalau yang kita lihat tadi hampir semua menggunakan masker, praktis tidak ada yang tidak menggunakan masker. Itu yang utama," ucapnya saat ditanya wartawan ihwal penerapan protokol kesehatan para pedagang di Stasiun KRL Tanah Abang, Minggu (2/5).

Anies tak menjelaskan lebih lanjut soal penerapan protokol kesehatan d Tanah Abang. "Cukup ya," ujar dia.

Pantauan UNIKOLOGI.COM di lapangan, beberapa pedagang belum menjalankan protokol kesehatannya dengan baik. Di Blok A dan B Pasar Tanah Abang, beberapa penjaga toko tak bermasker berteriak menjajakan dagangannya ke pembeli.

Protokol jaga jarak juga kerap diabaikan pedagang maupun pengunjung. Terlihat sejumlah pengunjung mengerubungi beberapa toko dan berdesak-desakan.

Petugas gabungan memang telah disiagakan untuk memantau protokol, namun mereka hanya berdiam di satu titik tertentu. Alhasil, pedagang dan pengunjung tak bermasker juga lepas dari pengawasan. Bahkan beberapa pengunjung yang membawa anak-anak balita tak bermasker tetap leluasa berbelanja.

Meski demikian, Anies mengaku telah menyiapkan tiga strategi untuk mengatasi masalah lonjakan pengunjung di Tanah Abang.

Pertama, meminta operator kereta commuter line Jabodetabek yakni PT Kereta Commuter Indonesia tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang usai penutupan pasar pada sore hari.

Terlebih setengah dari jumlah pengunjung pasar merupakan pengguna KRL. Pada Sabtu (1/5), misalnya, dari 87 ribu pengunjung Pasar Tanah Abang, 45 ribu di antaranya menggunakan moda kereta api.

Sebagai alternatif, baik pengunjung maupun pedagang pasar bisa menggunakan bus TransJakarta yang beroperasi dari Jatibaru menuju berbagai stasiun. "Akan ada perubahan jadwal KCI yang melintasi Stasiun Tanah Abang," kata Anies

Langkah berikutnya adalah melarang pedagang berjualan di luar kawasan pasar. Selain itu, Pemprov juga akan merekayasa lalu lintas dan mengatur jumlah pengunjung yang masuk ke Pasar Tanah Abang.

Jika pasar dalam kondisi penuh, petugas akan menutup jalan serta pintu masuk pasar. Selain itu, jam buka pasar akan dipisahkan demi mencegah kerumunan keluar bersamaan.

"Kedatangan orang itu berbeda-beda, ada yang datang pagi ada yang datang siang. Tapi pulangnya bersamaan, begitu pasar tutup," kata dia.