Komedian Sule belakangan ini ramai disorot usai rumah tangganya dengan Nathalie Holscher diisukan retak. Namun, pasangan suami istri tersebut kini telah kembali menunjukkan kemesraan setelah Nathalie kembali ke rumah Sule.

Meski kini telah menjadi komedian terkenal dan memiliki istri yang cantik, Sule rupanya memiliki masa kecil yang cukup berat. Dalam video di kanal YouTube Armand Maulana, Sule mengungkapkan bagaimana dirinya sudah mulai keliling berjualan jagung saat masih duduk di bangku kelas 3 SD.

"Ingatlah, ini masa-masa perjuangan. Kelas 3 SD sampai SMP dagang jagung," ungkap ayah Rizky Febian tersebut sambil memperagakan menyunggi wadah berisi jagung di atas kepalanya, dikutip pada Minggu (2/5). "(Jualan jagung) Di Cimahi, komplek-komplek gitu, kampung-kampung. Keliling aja gitu."

Sule menjelaskan bahwa dari satu baskom yang berisi sekitar 10 hingga 15 jagung yang dijualnya, ia mendapat keuntungan sebesar Rp 100. Harga jagung itu sendiri bervariasi tergantung ukurannya, mulai dari Rp 50 hingga Rp 100.

"Ada (juragannya), bapak saya. Hebat kan bapak saya? Anak sendiri dipekerjakan," kata Sule. "Jadi Abah tuh ngajarinnya seperti itu. 'Kalau kamu mau uang, kerja'. Gimana kerjanya? 'Tenang, saya cariin usaha'."

Menurut Sule, sang Abah akan membeli jagung dari tukang kebun dan kemudian merebusnya. Jagung rebus tersebut kemudian diberikan kepada Sule untuk dijual kembali demi mendapat uang jajan.

Lebih lanjut, Sule mengungkapkan pengalaman uniknya kala tengah berjualan jagung. Pemilik nama asli Entis Sutisna tersebut rupanya pernah hampir ditangkap polisi.

"Abah mengajarkan saya bekerja keras. Jadi ini memang banyak cerita," lanjut Sule. "Pernah dagang jagung waktu itu di tempat sabung ayam sampai digerebek sama polisi. Saya lari, cuma baskom sama jagung enggak tahu kemana."

Akibat kehilangan jagung dagangannya, Sule pun rugi hingga dimarahi oleh sang Abah. "'Ya salah kamu dagangnya ke tempat sabung ayam. Udah tahu (tempat) itu diincar sama polisi'," ujar Sule menirukan perkataan Abahnya kala itu.

Meski demikian, sang Abah mengajarkan kepada Sule sedari kecil untuk mencari uang sendiri tidak bergantung pada orang lain. Apabila Sule hendak memiliki uang jajan sebanyak teman-temannya, ia diharuskan untuk memutar otak dan mengumpulkan tambahan uang sendiri.