UNIKOLOGI.COM, Jakarta: Tim dayung Indonesia mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021, di dua negara yakni Tokyo, Jepang, dan Pattaya, Thailand, 5 hingga 7 Mei 2021.

Di Tokyo bertanding tim dayung rowing di Sea Forest Waterway, dan tim dayung kano dan kayak berlaga di Pattaya, Thailand.

Manajer tim, Budiman Setiawan saat mengunjungi tempat lomba kualifikasi dayung rowing di Sea Forest Waterway (Central Breakwater) di Teluk Tokyo, Minggu (2/5/2021) mengatakan, gelombang air terlampau besar untuk dayung rowing, sehingga kurang menguntungkan pencapaian puncak prestasi bagi atlet. Tiupan angin cukup kencang, terbukti dari berdirinya beberapa tiang menara pembangkit listrik tenaga angin.

“Venue (tempat lomba) ini kurang memihak kepada kepentingan pencapaian prestasi dalam Olimpiade, namun dipilih hanya demi kepentingan komersial saja karena di tengah kota dan enak ditonton dari tepian. Gelombangnya seperti di Samudera Atlantik,” kata Budiman yang juga Wakil Ketua Umum PB-PODSI (Pengurus Besar - Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) itu.

Kegiatan tim dayung rowing pada hari pertama Minggu (2/5/2021) mulai pukul 08:30 hingga 14:00 waktu setempat adalah melakukan rigging atau setting perahu dan peralatannya, serta mencoba lintasan lomba sejauh 14 km di bawah suhu 16 derajat Selsius. Makan siang di venue pukul 11:00

Tim dayung rowing Indonesia yang sedang berada di Tokyo, terdiri atas empat atlet putra: Memo, Mahendra Yanto, Kakan Kusuma, dan Ardi Isadi, serta tiga putri: Juianti, Mutiara Rahma Putri, dan Melani Putri. Mereka dipimpin manajer tim Ir. Budiman Setiawan, didampingi pelatih-kepala Dr. Dede Rohmat Nurjaya dan pelatih Muhammad Hadris, dan dokter Anita Suryani Mansyur.

Dua Nomor Kano ke Final

Sementara itu dari Pattaya, Thailand, manajer tim dayung kano dan kayak Indonesia Ir. Hari Sidharta yang sedang bersiap mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Tokyo untuk peserta Asia, 5-7 Me 2021, mengatakan, Indonesia berharap agar atlet Dayumin mampu lolos ke Olimpiade Tokyo 2021 pada nomor lomba dayung kano perorangan putri 200 meter (C1W 200), juga Riska dan Nurmeni pada nomor ganda putri 500 meter (C2W 500).

“Mereka langsung berlomba di babak final tanpa melalui penyisihan,” kata Hari Sidharta, mantan Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR itu.

Hari Sabtu kemarin (1/5/2021) tim dayung kano dan kayak Indonesia kembali berlatih di Pattaya setelah kegiatan latihan dihentikan dua hari, 29-30 April 2021, karena ancaman gelombang baru penularan COVID-19 yang sangat berbahaya, sehingga seluruh peserta harus mendekam kembali di kamar Hotel Ambasador City Jomtien, Pattaya, termasuk tim China, Irak, Iran, Jepang, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Uzbekistan, dan tuan rumah Thailand.

Atlet dayung kano dan kayak putri Indonesia yang ikut babak kualifikasi di Pattaya adalah, Riska Andriani, Nurmeni, Dayumin, Stevani Maysche Ibo, sedangkan atlet putranya, Anwar Tarra, Yuda Firmansyah, Maizir Ryondra, dan Adri Agus Mulyana.