Acara peluncurkan TV Kampus UNJ, Edura TV

BERTEPATAN dengan Hari Pendidikan Nasional dan rangkaian dari Dies Natalis ke-57, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meluncurkan peluncuran Edura TV yang merupakan televisi kampus yang akan menampilkan kegiatan-kegiatan di UNJ maupun di luar UNJ serta sebagai media yang menghubungkan dan mendekatkan UNJ kepada masyarakat. Acara peluncuran Edura TV dilakukan di Aula Gedung UTC Lantai 8, Kampus A UNJ, Minggu (2/5).

Rektor UNJ, Prof Komarudin, M.Si menjelaskan perkembangan media digital saat ini begitu pesat, termasuk di dalamnya TV digital. Media ini tentu sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan upaya pencerdasan bangsa.

"UNJ sebagai lembaga pendidikan tinggi tentu perlu adaptif dengan perkembangan media digital yang ada, dan harus mampu memanfaatkan keunggulan media digital ini sebagai media transformasi pendidikan, baik untuk keperluan internal UNJ maupun untuk upaya yg lebih luas, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa," ungkap Komarudin.

Lebih lanjut, Komarudin mengungkapkan sebagai PTN BLU, UNJ juga harus  menangkap peluang dari kebermanfaatan media digital untuk memperoleh revenue. Menurutnya, UNJ memiliki potensi yang bisa diaktualisasikan dan dikonversi menjadi income generating baik di bidang olahraga, seni, kuliner, fashion, teknik, pariwisata, maupun konten, dan media pembelajaran.

"Semua itu bisa dikemas menjadi programa dan komoditas media digital yang marketable. Dua fungsi utama inilah yang menjadi alasan penting berdirinya Edura TV, Media Transformasi UNJ, unit bisnis di bawah Edura UNJ sebagai University Bussines Center UNJ," tegas Komarudin.

Sementara Syaifudin selaku Ketua Pelaksana Peluncuran Edura TV dan juga Kepala Media Humas UNJ mengatakan dengan peluncuran Edura TV ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses informasi tentang UNJ melalui platform berbasis media digital ini.

"Selain itu juga Edura TV dapat menjadi media yang dapat memberikan berbagai informasi mengenai berbagai inovasi pendidikan yang ada di sekolah maupun di UNJ sendiri," ungkap Syaifudin. (RO/OL-15)