Vaksinasi Tenaga Pendidik di Kulon Progo Capai 33,33 Persen (ilustrasi).
Vaksinasi Tenaga Pendidik di Kulon Progo Capai 33,33 Persen (ilustrasi).

UNIKOLOGI.COM,KULON PROGO -- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru memvaksin 33,33 persen dari total 10 ribu tenaga pendidik karena jumlah dosis yang diterima sedikit, sedangkan pelaksanaan vaksinasi bersamaan waktunya dengan sasaran 80 ribu lansia.

"Sampai saat ini, kami baru menyelesaikan vaksin sekitar 3.400 dari 10 ribu tenaga pendidik atau 33,33 persen," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Ahad (2/5).

Ia mengatakan kendala teknis percepatan vaksinasi tenaga pendidik, yakni sistem penyuntikan vaksin dengan dibagi pada tiga sasaran sesuai ketersediaan vaksin, yakni 40-45 persen diberikan untuk lansia, 40-45 persen diberikan kepada tenaga kependidikan, serta 10-20 persen untuk tenaga pelayanan publik yang belum menerima vaksin.

"Target penyelesaian tahapan vaksinasi terhadap tenaga pendidik di Kulon Progo memang cukup berat. Selain tenaga pendidikan ada sasaran vaksinasi bagi lansia dan tenaga pelayanan publik yang sampai saat ini belum terselesaikan," katanya.

Baning mengatakan vaksinasi tenaga pendidik saja masih dimasukkan dalam beberapa kategori lagi, mulai dari tenaga pendidik PAUD dan TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Vaksinasi menyasar pada tingkat paling bawah terlebih dahulu, dimulai dari tingkat prasekolah, seperti PAUD dan TK lalu berlanjut ke tingkat SMA/SMK.

Pada tenaga pendidikan di jenjang SMA/SMK, sebagian sudah menyelesaikan vaksinasi karena telah difasilitasi pemerintah provinsi. "Kebijakan di Kulon Progo, akan difokuskan kepada lansia dan guru terlebih dahulu, di mana harapannya apabila tahun ajaran 2021 jadi dilaksanakan tatap muka, tentu semua guru harus sudah tervaksin," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Arif Prastowo mengatakan sekolah-sekolah di Kulon Progo telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai tahun ajaran baru 2021/2022 yang dimulai pada Juli mendatang. Pihaknya sudah meminta sekolah-sekolah supaya bisa menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.

Sarana dan prasarana yang wajib disediakan pihak sekolah, yakni pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, penyanitasitangan, penggunaan masker, dan pengaturan tempat duduk sehingga harapannya proses pembelajaran tatap muka berjalan aman dan lancar."Berdasarkan hasil evaluasi, semua sekolah sudah siap melaksanakan PTM dan sarana prasarana pendukungnya," katanya.